Persiapan New Normal di Jabodetabek

Ini Pesan Presiden Jokowi saat Kunjungan ke Stasiun MRT Bundaran HI

Manajemen PT MRT Jakarta menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo setelah mengunjungi Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2020).

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Y Gustaman
Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo mendatangi stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat terkait kesiapan penerapan new normal. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Manajemen PT MRT Jakarta menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo setelah mengunjungi Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2020).

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin, menjelaskan kunjungan Presiden Jokowi bertujuan guna memastikan penerapan gelaran pasukan pendisiplinan masyarakat.

Khususnya, penumpang MRT Jakarta yang mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Saat itu, Presiden Jokowi didampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahtjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Saya datang ke Stasiun Bundaran HI dalam rangka memastikan, akan digelar oleh TNI dan Polri pasukan untuk berada di titik keramaian dalam rangka lebih mendisiplinkan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan PSBB,” ujar Presiden Jokowi dalam keterangan resminya melalui pihak MRT Jakarta yang diterima TribunJakarta.com, Kamis (28/5/2020).

Lebih lanjut, Presiden Jokowi menyatakan pendisiplinan masyarakat dalam kondisi new normal ini akan digelar di empat provinsi dan 25 kabupaten kota yang dimulai pada Selasa (26/5/2020).

“Akan digelar di empat provinsi dan 25 kabupaten kota mulai hari ini sehingga diharapkan kedisiplinan yang kuat dari masyarakat akan semakin terjaga," jelas Jokowi.

"Kita harapkan nantinya dengan dimulainya TNI dan Polri ikut secara masif mendisiplinkan dan menyadarkan masyarakat, kurva dari penyebaran Covid-19 akan menurun,” sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, Anies mengatakan penentuan penambahan atau penghentian masa PSBB bukan pemerintah.

“Khusus untuk DKI Jakarta, dua pekan ini penentuan. Kami berharap agar semua masyarakat menaati secara disiplin agar tidak perlu diperpanjang," tutur mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini.

"Bila masyarakat taat, PSBB berakhir. Bila tidak, PSBB diperpanjang. Virusnya menular lewat pertemuan, bila tidak ingin penularan, kurangi pertemuan," sambung  Anies.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar, menjelaskan penerapan protokol kesehatan yang ketat di area MRT Jakarta.

“Kami sangat ketat menerapkan prinsip social distancing," ujar William.

"Semua pengguna jasa harus melewati pemeriksaan suhu, pengaturan jarak mengikuti tanda, memakai masker, dan penyanitasi tangan,” William menambahkan.

Pihak MRT membatasi satu kereta diisi maksimal 60 orang dan setiap hari kereta dibersihkan dengan disinfektan, sesuai dengan arahan gubernur.

"Kami akan tingkatkan protokol kesehatannya dengan menambah tanda batas antrean di peron dan di dalam kereta untuk penumpang yang berdiri,” ucap dia.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved