Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Nekat Balik ke Jakarta, 4 Pemudik Asal Tegal Dikarantina Mandiri oleh Pihak Kelurahan Lenteng Agung

Pemudik yang nekat pulang kampung akan dikarantina mandiri saat mereka balik ke Jakarta.

Dokumentasi Pemkot Jakarta Selatan
Petugas Satpol PP menempel stiker pemberitahuan bagi pendatang yang sedang dikarantina mandiri selama 14 hari di Kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada Kamis (28/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Pemudik yang nekat pulang kampung akan dikarantina mandiri saat mereka balik ke Jakarta.

Misalnya di Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, telah mengkarantina empat orang pemudik asal Tegal, Jawa Tengah.

Pasalnya, mereka balik ke Jakarta tanpa mengantongi Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

Karantina dilakukan mandiri oleh mereka yang berprofesi sebagai pedagang nasi goreng.

Lurah Lenteng Agung, Bayu Pasca Soengkono menjelaskan empat pedagang itu pulang menggunakan sepeda motor.

Update Corona di Kota Depok Kamis 28 Mei 2020: ODP 3.733, PDP 1.428, Positif 547 Kasus

"Konfirmasinya naik motor, kita tahu semua bahwa jalan tikus itu banyak. Jadi sebelum lebaran saya minta ke RT/RW mencatat warganya yang sudah mudik dan akan mudik. Termasuk yang baru masuk Jakarta kembali."

"Saat balik ke Jakarta dia mengantongi SIKM atau enggak. Nah orang ini, begitu sampai rumah kita tanya. Ternyata dia tidak punya SIKM. Atas dasar tersebut kita sarankan untuk karantina mandiri," ujarnya pada Kamis (28/5/2020).

Namun, pihak kelurahan, RT dan RW tetap membantu memberikan makanan kepada mereka. Sebab, mereka juga mengalami kesulitan ekonomi.

"Karena dia tidak mampu, sudah pasti untuk tes Rapid Covid-19 tidak punya biaya, apalagi swab. Ke Jakarta aja modal uang Rp 500 ribu," ungkapnya.

Mitsubishi Tawarkan Promo Bunga 0 Persen dan Cicilan Ringan 3 Jutaan saat Pandemi Covid-19

Bayu telah berdiskusi dengan pihak RT dan RW untuk membantu mereka sesuai dengan arahan Wali Kota Jakarta Selatan bahwa RT dan RW maupun kelurahan merupakan benteng terakhir yang peduli dengan warganya.

Di kontrakan para pemudik itu juga dipasangi stiker sebagai bentuk imbauan ke warga sekitar jika mereka sedang dikarantina mandiri selama 14 hari.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved