Antisipasi Virus Corona di DKI

Akui Pos Penyekatan Belum Sempurna, Pemkot Jakarta Selatan Minta Masyarakat Aktif Melapor

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Budi Setiawan, mengakui pos penyekatan tak bisa sepenuhnya menghalau pengendara tanpa SIKM.

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
ILUSTRASI Titik penyekatan arus mudik di Jalan KH Noer Ali Kalimalang tepatnya di Sumber Arta, Kota Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Budi Setiawan, mengakui pos penyekatan tak bisa sepenuhnya menghalau pengendara tanpa Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

Oleh karena itu, ia meminta partisipasi masyarakat untuk aktif melaporkan jika ada tetangganya yang baru kembali dari perjalanan mudik.

"Kita akan melibatkan unsur masyarakat. Keterlibatan masyarakat menjadi sangat penting," kata Budi, Jumat (29/5/2020).

Masyarakat, lanjut Budi, bisa melapor kepada RT maupun RW setempat, sebelum diteruskan ke lurah dan camat.

"Nah, yang lolos ini mesti kita isolasi selama 14 hari," ujar dia.

Sebelumnya, Kelurahan Lenteng Agung menemukan tujuh orang yang kembali dari perjalanan mudik.

Kabar Baik, Tujuh Kelurahan di Depok Bebas Kasus Positif Covid-19

Lima orang di antaranya baru saja pulang dari kampung halamannya di Tegal.

Sementara, dua lainnya adalah sepasang suami istri yang baru kembali dari Rangkasbitung.

Ketujuh orang itu pun harus menjalani isolasi mandiri di kediamannya masing-masing.

Pihak kelurahan juga meminta warga sekitar untuk melakukan pengawasan.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved