Persiapan New Normal di Jabodetabek

Jelang New Normal, Wali Kota Bekasi Akui Belum Bersih Penyebaran Virus Corona

Jelang penerapan new normal, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengaku wilayahnya belum bersih dari penyebaran virus corona.

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Posko Gugus Tugas Covid-19 Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Rabu (27/5/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Jelang penerapan new normal, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengaku wilayahnya belum bersih dari penyebaran virus corona.

Hal ini disampaikan saat dijumpai di Posko Gugus Tugas Covid-19 Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Jumat (29/5/2020).

Rahmat mengatakan, perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bekasi berakhir pada 4 Juni 2020 mendatang.

Artinya, PSBB ini berakhir berbarengan dengan DKI Jakarta serta daerah penyangga lain seperti Kota Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor.

"Saya yakin geografis-geografisnya DKI belum bersih, Bodebek belum bersih, Jabodetabek belum bersih," kata Rahmat.

Di Kota Bekasi, kata dia, masih sekitar 10 persen wilayah kategori zona merah atau masih terdapat kasus positif Covid-19.

"Kota Bekasi enggak bersih juga, masih ada 10 persen, masih ada 6 kelurahan sampai 5 kelurahan (zona merah)," jelasnya.

Untuk jumlah warga Kota Bekasi yang sampai saat ini masih menjalani perawatan masih terdapat 12 orang, Dia juga tidak menutupi adanya kasus baru jelang new normal ini.

"12 orang (masih dirawat), ada kasus baru dari Jatibening Baru, ya silahkan kita rawat tapi kita enggak perlu (membatasi aktivitas sosial) seperti di pertengahan April," terangnya.

Untuk diketahui, jelang penerapan new normal, Pemerintah Kota Bekasi secara bertahap melakukan pelonggaran kebijakan PSBB.

Temui Wali Kota Airin dan Tinjau Longsor Sampah Cipeucang, Ini Usulan Kepala BBWSCC

Spoiler Drama Korea Pelakor, The World of The Married Episode 16 (Tamat): Makan Siang Perpisahan

Beberapa kegiatan yang sebelumnya dilarang, kini mulai diperbolehkan seperti kegiatan ibadah di seluruh rumah ibadah zona hijau.

Memperbolehkan tempat usaha beroperasi dengan membatasi kapasitas pengunjung serta wajib menerapkan protokoler kesehatan.

Kemudian, tempat usaha rumah makan atau restoran juga diperbolehkan melayani pelanggan makan di tempat dengan membatasi kapasitas meja agar tetap menjaga jarak.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved