Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Warga Tanah Sereal Tambora Dukung Satu Keluarga Jalani Isolasi, Modal Tali dan Ember Kirim Makanan

Warga Gang Songsi RW 06, Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat, solidaritas mereka membantu dan menyuplai makanan kepada satu keluarga ODP.

Penulis: Wahyu Aji Tribun Jakarta | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Spanduk dukungan dipasang warga Gang Songsi RW 06 Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat untuk menyemangati tetangganya yang kini diisolasi mandiri. 

Munir, relawan yang memberikan Aroma terapi cap Merah Putih itu mengklaim aroma terapinya telah banyak menyembuhkan pasien yang positif Covid-19.

"Insya allah ini bisa membantu baik yang sudah dinyatakan positif atau untuk pencegahan," kata Munir.

Apresiasi Camat Tamboroa

Camat Tambora Bambang Sutarna saat ditemui disela kegiatan PSN di suatu sekolah daerah RW 01, Kelurahan Jembatan Besi, Jakarta Barat, Jumat (15/3/2019).
Camat Tambora Bambang Sutarna saat ditemui disela kegiatan PSN di suatu sekolah daerah RW 01, Kelurahan Jembatan Besi, Jakarta Barat, Jumat (15/3/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/LEO PERMANA)

Camat Tambora, Bambang Sutarna berharap aksi soliditas semacam ini bisa ditiru di wilayah lain yang juga tengah berjuang melawan Covid-19.

Adapun keluarga tersebut diisolasi di musala tersebut sejak Idulfitri atau usai ada satu anggota keluarga mereka yang dinyatakan positif Covid-19.

"Saya atas nama gugus Covid-19 kecamatan beri apresiasi tinggi gugus covid tingkat RW tangani secara cepat. Mudah-mudahan di tempat lain bisa seperti secepat RW 06 Tanah Sereal," kata Bambang saat dihubungi, Jumat (29/5/2020).

Bambang mengatakan, tak hanya menyediakan tempat isolasi dan menyuplai makanan, warga juga memberikan jamu tradisional kepada keluarga tersebut untuk meningkatkan imunitas.

"Tentu ini jadi motivasi dan dukungan luar biasa. Masyarakat tidak takut dan diskriminatif," katanya.

Sementara itu, Ketua RW 06 Tanah Sereal, Saad menjelaskan, salah satu warganya itu dinyatakan positif pada malam Idulfitri.

Saat ini, warga tersebut telah jalani isolasi di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Malam takbiran, dia (warga positif) udah di Wisma Atlet. Tapi kan dia punya keluarga 14 orang di rumah. Nah mungkin ODP lah karena dia ada di satu rumah. Makanya setelah Salat Id mereka kita evakuasi ke musala karena kita memang enggak punya tempat isolasi mandiri, cuma ada di musala, makanya kita taruh di musala lantai dua," ujar Saad.

Saad mengatakan, 14 orang itu adalah mereka yang tinggal satu rumah dengan pasien positif Covid-19.

"Iya karena rumahnya ada tiga tingkat. Satu keluarga satu lantai, cuma enggak ada kamar mandi enggak ada WC. Mereka setiap hari memang mandi dan MCK di WC umum," kata Saad.

Setidaknya, ujar Saad, 14 warganya itu akan diisolasi di musala tersebut hingga hasil swab tesnya keluar.

Ia memastikan seluruh warga di wilayahnya mendukung keluarga tersebut selama jalani isolasi mandiri.

Dari foto yang diterima TribunJakarta.com spanduk dukungan memang dipasang di pagar musala tempat isolasi.

"Kemarin sudah Swab. Jadi sekarang lagi tunggu hasilnya. Dan alhamdulillah warga udh kita kasih arahan bahwa yang ODP ini belum tentu, kemarin kan udh di test tinggal nungu hasil. Alhamdulillah semuanya dukung, enggak dikucilin," katanya. (TribunJakarta.com/Elga Hikari)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved