Breaking News:

Fakta Pria Asimilasi di Tulungagung Perkosa Anak Kekasih, Modus Pura-pura Ajak Korban Belajar Motor

Muhyanto (51), napi asimilasi yang baru bebas pada 4 April 2020 lalu harus kembali meringkuk di sel tahanan.

Penulis: Muji Lestari | Editor: Kurniawati Hasjanah
Kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUNJAKARTA.COM - Muhyanto (51), napi asimilasi yang baru bebas pada 4 April 2020 lalu harus kembali meringkuk di sel tahanan. 

Bagaimana tidak, baru 2 bulan menghirup udara bebas pria asal Dusun Rowo Agung, Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban, Tulungagung itu kembali berulah.

Muhyanto ditangkap polisi karena telah memerkosa anak kekasihnya sendiri.

Parahnya lagi korban merupakan seorang bocah 12 tahun siswi kelas 6 SD.

Berikut sederet fakta terkait pria asimilasi di Tulungagung perkosa anak kekasih yang berhasil TribunJakarta rangkum.

Rencana Menikah

Muhyanto merupakan napi yang mendapat program asimilasi dari pemerintah.

Ia bebas dari Lapas Kelas IIB Tulungagung pada 4 April 2020 lalu.

New Normal di Depan Mata, Berikut Sejumlah Hal yang Bisa Diterapkan Bagi Pejalan Kaki

Menurut Kepala UPPA Satreskrim Polres Tulungagung, Iptu Retno Pujiarsih, Muhyanto memang menjalin asmara dengan ibu korban.

Usai bebas dari Lapas, pria 51 tahun itu berkenalan dengan Z, seorang ibu tunggal.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved