Breaking News:

Selama Pandemi Covid-19, Polda Metro Jaya Selidiki 480 Kasus Hoaks

Kasus penyebaran berita bohong alias hoaks menjadi salah satu yang paling banyak terjadi selama pandemi virus Corona (Covid-19).

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
(Shutterstock)
Ilustrasi hoaks 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Kasus penyebaran berita bohong alias hoaks menjadi salah satu yang paling banyak terjadi selama pandemi virus Corona (Covid-19).

Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus.

"Beberapa sektor kejahatan ada yang mengalami peningkatan. Contohnya narkoba, kedua adalah penyebaran berita-berita hoaks," kata Yusri saat ditemui di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin (1/6/2020).

Menurut Yusri, pihaknya menemukan hampir 500 kasus penyebaran berita hoaks.

"Polda Metro Jaya telah menyelidiki 480 kasus penyebaran berita bohon, sudah ada beberapa yang diungkap," ujar dia.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga mengungkap sejumlah kasus pencurian dengan pemberatan (curat) di minimarket.

"Sekarang masyarakat banyak di rumah. Jadi mereka mencari tempat kosong seperti minimarket," tutur Yusri.

Sejauh ini, Yusri mengungkapkan telah terjadi 18 kasus pencurian dengan pemberatan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Pisces, Scorpio, Cancer Diprediksi Alami Hal Buruk di Juni 2020, Apa Itu?

Buang Tinja ke Saluran Air, Warga Ciracas Jakarta Timur Berdalih Tak Punya Uang Bangun Septic Tank

"18 kasus curat di minimarket terjadi selama Covid-19, 16 di antaranya berhasil kita ungkap," jelas dia.

Polda Metro Jaya juga telah membentuk satgas yang khusus menangani kejahatan jalanan dan premanisme.

"Setiap hari kita lakukan patroli dengan melibatkan unsur TNI, dan ini terus berjalan sampai sekarang," tutur Yusri.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved