Breaking News:

Lihat Ayah Peluk Jenazah Ibu Usai Dimutilasi, Bocah 8 Tahun Langsung Melarikan Diri Keluar Rumah

Seorang anak melarikan diri setelah melihat kejadian mengenaskan yang menimpa ibunya di dalam rumah, Senin (1/6/2020).

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Rr Dewi Kartika H
Polres Mateng
Seorang suami di Dusun Rawa Indah, Desa Bojo, Kecamatan Budong-budong, Kabuaten Mamuju, Yusuf nekat memutilasi istrinya Hasna, Senin (1/6/2020). 

Kejadian mutilasi lainnya terjadi di Malang.

Polisi menangkap Sugeng Angga Santoso dalam kasus penemuan jasad wanita yang dimutilasi di Pasar Besar Kota Malang.

Dalam perkembangan kasus tersebut, Sugeng terbukti tidak membunuh wanita yang tubuhnya ditemukan telah dimutilasi.

Sugeng mengakui telah memotong-motong tubuh wanita tersebut tetapi tidak membunuhnya.

Dikutip dari SuryaMalang, Polda Jatim mengumumkan hasil otopsi atas jasad wanita yang ditemukan di Pasar Besar kota Malang.

Daftar Tunggu Calon Jamaah Haji di Kota Bogor Jadi 19 Tahun dan Harapan Pupus Pergi ke Tanah Suci

Hasilnya, jasad wanita yang ditemukan termutilasi menjadi enam bagian di eks Gedung Matahari Departemen Store Pasar Besar, Malang, Selasa (14/5/2019) kemarin, bukanlah korban pembunuhan.

Hasil diidentifikasi Dokter Forensik Polda Jatim mendapati penyebab korban meninggal adalah akibat sakit yang dideritanya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menyebut, perempuan itu mengidap suatu penyakit yang menyerang bagian organ paru-paru.

“Untuk sementara korban meninggal karena sakit paru-paru akut yang ini dibuktikan dengan hasil doktoral forensik,” katanya.

Belum diketahui jenis penyakit apa yang menyerang organ paru-paru perempuan tersebut.

Barungpun menegaskan korban perempuan itu bukan meninggal karena dibunuh oleh si pelaku.

“Artinya di situ tidak ada pembunuhan sebagaimana yang kita maksud,” lanjutnya.

DPRD DKI Jakarta Sarankan Anies Baswedan Pikirkan Transportasi yang Tak Terjadi Penumpukan Orang

Barung membenarkan, pelaku memang melakukan mutilasi terhadap tubuh mayat perempuan tanpa identitas itu.

Kendati demikiran, proses mutilasi itu ternyata dilakukan oleh si pelaku sekitar tiga hari, setelah si korban meninggal karena penyakitnya.

“Maka dari itu di lokasi tidak terdapat bekas darahnya lagi karena korban sudah meninggal 3 hari sebelumnya,” katanya.

Barung menerangkan, sejak awal pelaku bertemu korban dalam kondisi sakit.

“Keduanya (pelaku dan korban) adalah sama-sama tuna wisma. Mereka bertemu 3 hari sebelum si perempuan meninggal,” ucapnya.

Dalam kondisi yang lemah itu, lanjut Barung, korban dibawa oleh pelaku ke lantai dua eks Gedung Matahari Departemen Store Pasar Besar, Malang.

“Pelaku menungguin almarhumah kemudian dia menulis surat di secarik kertas dan di tembok. Itu saat almarhum sudah meninggal dunia,” jelasnya.

Saat ini penyidik Polda Jatim dan Polres Malang Kota, ungkap Barung, masih memeriksakan kondisi kejiwaan dari si terduga pelaku.

“Kalau terbukti gila maka kami melepaskan karena tidak ada hukum yang bisa menjerat orang gila. Tapi kalau tidak, mungkin bisa dikenakan pasal atas perusakan tubuh korban,” tandasnya.

(TribunJakarta/TribunTimur/SuryaMalang.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved