Breaking News:

Persiapan New Normal di Jabodetabek

Politikus PDIP Minta Anies Sosialisasi Protokol Kesehatan Lewat Toa Banjir Saat New Normal

Ini perlu dilalukan agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan bila masa Pembatasan Sosial Berskala Besar

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Suasana rapid test bagi warga Kelurahan Pisangan Baru di Pasar Jangkrik, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (2/6/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pollitikus PDIP DKI Jakarta Jhonny Simanjuntak meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan gencar menyosialisasikan protokol kesehatan saat tatanan hidup baru atau new normal diterapkan.

Menurunya, hal ini perlu dilalukan agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan bila masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tak lagi diperpanjang.

"Yang paling penting bahwa bagaimana sosialisasi dan membudayakan (protokol pencegahan Covid-19) di tengah masyarakat," ucapnya, Selasa (2/6/2020).

"Karena substansi pencegahannya itu ya hanya menjalankan protokol kesehatan itu," sambungnya.

Imbauan untuk menggunakan masker saat berada di luar rumah, physical distancing, rajin mencuci tangan, dan menghindari kerumunan pun disebut Jhonny bisa dilalukan lewat pengeras suara atau toa yang tahun lalu dianggarkan untuk penanganan banjir.

Tak main-main, kala itu Pemprov DKI menganggarkan dana Rp 4 miliar untuk membeli enam set alat peringatan dini banjir tersebut.

"Kemarin ada pengadaan toa tuh ya buat banjir, itu saja digunakan untuk imbauan. Manfaatkan masjid dan gereja juga supaya sosialisasi itu dijalankan," ujarnya saat dihubungi.

Sekretaris Komisi E DRPD DKI Jakarta ini juga meminta Anies dan jajarannya tetap tegas dalam menegakan aturan.

Pelayanan SIM Keliling Belum Beroperasi

Dituding Bully Kekeyi Karena Parodikan Lagu Bukan Boneka, Aaron Ashab Minta Maaf: Gue Enggak Maksud

Sanksi Pelanggar Aturan New Normal di Bekasi Tetap Ada, Begini Menurut Wali Kota

Sebab, sanksi teguran kepada pelanggar protokol kesehatan pun disebut Jhonny tak efektif membuat masyarakat jera.

"Masyarakat memang sudah paham, tapi kita jangan anggap enteng. Penegakan aturan harus lebih ketat karena selama PSBB penegakan enggak tegas," kata Jhonny.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved