Breaking News:

Pembatalan Ibadah Haji 2020

Ridwan Kamil Sedih Tak Jadi Berangkat Ibadah Haji Tahun Ini, Calon Jemaah Haji Ini Malah Bersyukur

Dampak pembatalan ibadah haji tahun 2020 juga dirasakan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Penulis: Suharno | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Nawir Arsyad Akbar
Ridwan Kamil saat mengunjungi Depok menggunakan KRL commuter line, Beji, Kota Depok, Jum'at (9/3/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Dampak pembatalan Ibadah Haji tahun 2020 juga dirasakan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi satu di antara jutaan masyarakat Indonesia yang batal berangkat untuk ibadah haji ke Tanah Suci.

Sebelumnya Pemerintah melalui Kementerian Agama membatalkan pemberangkatan ibadah haji tahun 2020, akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil itu mengaku sudah mempersiapkan keberangkatannya sejak tahun lalu.

 Ikuti DKI Jakarta, Wali Kota Tangsel Berlakukan SIKM Untuk Warga Luar Jabodetabek dan Banten

Namun, ia pun memahami adanya keputusan itu.

"Saya mendapat berita sedih, karena tadinya saya akan berangkat haji juga, lahir batin sudah disiapkan sejak tahun lalu. Ternyata Allah menakdirkan lain. Jadi saya tak bisa berangkat," ujar Emil, dalam konferensi pers di Makodam III Siliwangi, Selasa (2/6/2020).

Ia pun berharap para jemaah asal Jabar yang batal berangkat, turut berbesar hati menyikapi keputusan tersebut.

Apalagi, alasan keselamatan menjadi isu utama pembatalan tersebut.

"Juga artinya seluruh rombongan haji Jabar dengan berat hati kami sampaikan berita ini. Tapi bersyukurlah saat di atas dan bersabarlah saat di bawah. Kami sedang mendapatkan ujian," kata dia.

 Cerita Pasutri yang Mudik ke Sukoharjo dan Balik Jakarta, Naik Travel Rp 500 Ribu Lolos Razia SIKM

Emil pun memahami kebijakan pemerintah Arab Saudi soal pembatalan ibadah haji tahun ini.

Sebab, mengelola jutaan manusia dengan menerapkan protokol kesehatan selama ibadah menjadi tantangan besar.

Jamaah hajinindonesia kloter JKS 11 memasuki ruang tunggu fasilitas IYAB yang merupakan jalur khusus kepulangan cepat di bandara King Abdul Aziz Jeddah, Selasa (20/8/2019). Sebanyak 16 kloter terbang jamaah haji  indonesia mendapatkan fasilitas IYAB difasilitasi oleh pemerintah arab saudi.
Jamaah hajinindonesia kloter JKS 11 memasuki ruang tunggu fasilitas IYAB yang merupakan jalur khusus kepulangan cepat di bandara King Abdul Aziz Jeddah, Selasa (20/8/2019). Sebanyak 16 kloter terbang jamaah haji indonesia mendapatkan fasilitas IYAB difasilitasi oleh pemerintah arab saudi. (Tribunnews/Darmawan/MCH2019)

Ia pun akan segera menggelar rapat khusus untuk membahas nasib para jemaah yang batal berangkat ke Tanah Suci.

"Pemerintah Arab Saudi menghitung betul potensi yang masih rawan jika jutaan manusia berkumpul, mengelola manajemen kesehatannya kan luar biasa. Jadi kami menerima keputusan itu, memohon para jemaah haji yang sudah bersiap untuk bersabar, insya Allah diganti tahun depan bergeser tambah satu tahun," kata Emil.

Seperti diberitakan, Pemerintah membatalkan pemberangkatan ibadah haji tahun 2020 akibat pandemi Covid-19.

Atas keputusan ini, Menteri Agama Fachrul Razi menyampaikan rasa simpatinya.

Ia juga mengajak para jemaah haji ikhlas menerima kebijakan pemerintah tersebut.

"Kami menyanpaikan rasa simpati yang mendalam kepada seluruh jemaah haji yang terdampak pandemi Covid-19 tahun ini, sehingga tertunda keberangkatan hajinya," kata Fachrul dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Selasa.

"Mari kita menerima keadaan ini dengan ikhlas," tutur dia.

Fachrul mengatakan, hingga hari ini pemerintah Arab Saudi belum membuka akses bagi jemaah haji dari negara manapun.

Calon Jemaah Haji Ini Bersyukur

Sementara itu, Kasman A Rohim, salah satu calon jemaah haji 2020 mengaku tak begitu kaget dengan kebijakan pembatalan ibadah haji. 

Warga Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Jember, ini sudah mengamati perkembangan pandemi Covid-19 yang menjadi alasan pembatalan.

Replika Kakbah digunakan peserta manasik haji di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Selasa (20/11/2018).
Replika Kakbah digunakan peserta manasik haji di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Selasa (20/11/2018). (TribunJakarta.com)

“Saya bersyukur ditunda karena situasinya seperti ini,” ujar Kasman saat dihubungi, Selasa (2/6/2020).

 Di Tengah Perdebatan Tahun Ajaran Baru, Tahun Ajaran Saat Ini Belum Selesai: Siswa UAS secara Daring

Meski tak begitu kaget, di dalam hati Kasman menyimpan rasa kecewa. Sebab dia sudah menunggu sembilan tahun untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.

Kasman sempat berpikir untuk membatalkan keberangkatannya, mengingat situasi yang tidak menentu. 

Dosen IAIN Jember itu khawatir ikut tertular virus corona. Apalagi penularan melalui kontak fisik.

 Kemendikbud Sebut Kalender Tahun Ajaran Baru 13 Juli, Mendikbud Nadiem Makarim: Itu Belum Pasti

Berdasarkan pengalaman naik haji sebelumnya, Kasman menilai penerapan social distancing di Mekkah cukup sulit.

Dia mencontohkan, saat hendak naik bus sudah berdesakan. Begitu juga ketika di Masjid Nabawi, di Mina, dan lokasi lainnya.

Untuk itu, dia menilai kebijakan tersebut tepat karena sudah sesuai dengan kondisi sekarang.

Dirinya sudah melakukan pelunasan, manasik haji juga sudah dilakukan, meskipun masih kurang satu kali. 

Kasman juga sudah menyiapkan buah tangan bagi warga yang berkunjung ke rumahnya.

“Selamatan masih belum, karena pandemi mulai Februari belum ada yang berani selamatan,” jelas dia.

Calon jemaah lainnya, Nabil mengaku telah memutuskan untuk menunda keberangkatan haji.

“Secara pribadi saya pilih ditunda saja daripada berangkat karena was-was,” ujar warga Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat ini.

Ada beberapa hal yang membuatnya menunda keberangkatan.

Pertama, karena khawatir tertular virus corona. Kedua, meskipun tetap berangkat, bakal banyak persyaratan yang diterapkan.

Akibatnya, pelaksanaan ibadah haji di Mekkah kurang sempurna.

Misalnya masih menerapkan physical distancing yang tentu saja akan mengurangi kenikmatan beribadah karena tidak leluasa.

Sebelumnya, Nabil hendak berangkat bersama anak pertamanya berumur 20 tahun. Mereka sudah mendaftar sejak tahun 2011.

Sejauh ini, persiapan yang dilakukan mulai dari menjaga kesehatan hingga meningkatkan ibadah.

Nabil dan keluarha juga sudah mulai mencicil oleh-oleh yang akan dibagikan kepada tamu, di antaranya sajadah dan tasbih.

Sedangkan acara selamatan biasanya dilakukan sepekan sebelum berangkat.

Dia berharap tidak ada halangan pada keberangkatan haji 2021.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved