Cerita PNS DKI Terpaksa Jual Mobil dan Emas karena TKD Dipotong Gubernur Anies Baswedan

Indah (bukan nama sebenarnya) kaget saat melihat saldo tabungannya di Bank DKI, pada 20 Mei 2020 lalu. Jumlah TKD berkurang 50 persen.

Net
Ilustrasi PNS 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Indah (bukan nama sebenarnya) kaget saat melihat saldo tabungannya di Bank DKI, pada 20 Mei 2020 lalu.

Hari itu seharusnya saldo tabungannya bertambah, karena merupakan hari pencairan tunjangan kinerja daerah (TKD).

Saldo tabungan Indah memang bertambah, tapi tidak seperti biasanya.

Jumlahnya berkurang 50 persen.

Indah adalah PNS di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Sejak akhir April 2020 dia dan rekan-rekannya memang sudah mendengar selentingan kabar bahwa akan ada pemotongan TKD di lingkungan Pemprov DKI.

"Tadinya cuma gosip via brodcast (pesan berantai) di whatsapp group," kata Indah kepada Tribunnews.com, Rabu (3/6/2020).

Saat mendengar kabar bahwa TKD PNS di Pemprov DKI akan dipotong, Indah dan rekan-rekannya panik.

"Segala macam doa dipanjatkan supaya (TKD) enggak dipotong segitu (50 persen). Berharap maksimal antara 10-25 persen," kata Indah.

Dan ketika pesan berantai di grup WhatsApp itu jadi kenyataan, bahwa TKD para PNS di Pemprov DKI dipotong 50 persen, Indah langsung terkulai lemas.

Halaman
1234
Penulis: Dodi Esvandi
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved