Breaking News:

Duka Korban Kebakaran Tanjung Priok: Tubuh Satu Keluarga Melepuh Hingga ART Positif Covid-19

Satu keluarga menjadi korban kebakaran yang terjadi di Jalan R. E. Martadinata, Tanjung Priok. Adapula korban ART yang positif Covid-19.

Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Wahyu Aji
Dok. Sudin Gulkarmat Jakarta Utara
Kebakaran terjadi di Jalan R. E. Martadinata, RT 03/RW 15 Kelurahan Tanjung Priok, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (2/6/2020) malam. 

Ketika kompor tengah menyala, tiba-tiba tabung gas 3 kilogram di bawahnya bocor sehingga menimbulkan percikan api.

"Asal mulanya ternyata gara-gara kompor. Ada tabung gas 3 kilogram bocor, timbul percikan api menyambar ruangan dapur," kata Jamal saat ditemui di lokasi, Rabu (3/6/2020).

Api yang membesar lalu merembet ke rumah-rumah lainnya di perkumiman tersebut.

Total ada 12 rumah yang terdampak kebakaran ini, di mana 11 di antaranya dalam kondisi cukup parah.

"Yang parah 11. Jumlah seluruhnya ada 12 rumah," ucap Jamal.

Adapun peristiwa kebakaran ini terjadi sekitar pukul 21.30 WIB kemarin malam.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara Rahmat Kristantio mengatakan, untuk memadamkan kebakaran itu, dikerahkan sebanyak 13 unit mobil pemadam kebakaran.

Setelah satu jam lebih, api bisa dipadamkan sekitar pukul 23.05 WIB.

"Selesai pemadaman pukul 23.05 WIB. Pengerahan 13 unit dengan total 65 personel," kata Rahmat.

Satu Keluarga Melepuh

Satu keluarga menderita luka bakar akibat kebakaran yang terjadi di RT 03/RW 15 Kelurahan Tanjung Priok, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (2/6/2020) malam kemarin.

Seorang pedagang nasi uduk bernama Iwan, istrinya Ida, dan anaknya Derry terbakar ketika mencoba mematikan api dan menyelamatkan diri.

Ketua RW 15 Tanjung Priok, Rasa Nur Jamal mengatakan, sebelum kebakaran terjadi, Iwan tengah memasak untuk persiapan dagangannya.

Saat kompor menyala, tiba-tiba ada kebocoran tabung gas di dalam dapurnya.

Iwan pun mencoba masuk ke dapur untuk mematikan kompor, namun api terlanjur membesar.

"Si suami ini untuk mematikan masuk ke dalam tapi sudah besar akhirnya sempat bunyi ledakan mereka itu beserta istri, anak, kena terbakar," kata Jamal saat ditemui di lokasi, Rabu (3/6/2020).

Seiring api yang membesar, tabung gas 3 kilogram yang bocor tersebut tiba-tiba meledak.

Ledakan tabung gas memperparah kobaran api sehingga menyambar Iwan beserta istri dan anaknya.

"Korban luka bakar tiga orang. Bapak Iwan, Ibu Ida, dan anaknya Derry," jelas Jamal.

Dengan kondisi tubuh melepuh karena terbakar, satu keluarga tersebut dilarikan ke RSUD Koja untuk dirawat intensif.

Kondisi terakhir, ketiganya sudah mendapatkan perawatan dan dalam kondisi sadar.

ART Positif Covid-19

Ilustrasi Virus Corona atau Covid-19
Ilustrasi Virus Corona atau Covid-19 (Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S)

Sebanyak 22 KK yang terdiri dari 69 jiwa terdampak kebakaran di RT 03/RW 15 Kelurahan Tanjung Priok, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Belakangan, dari puluhan korban kebakaran itu, satu di antaranya diketahui positif Covid-19.

"Ada yang kena Covid-19 ada satu jiwa. Dia sudah dibawa ke RSUD Koja," kata Ketua RW 15 Tanjung Priok, Rasa Nur Jamal, saat ditemui di lokasi, Rabu (3/6/2020).

Dijelaskan Jamal, warganya yang positif ini adalah seorang perempuan berinisial T dan berusia 46 tahun.

Warganya ini dinyatakan reaktif positif Covid-19 dari hasil rapid test massal yang dijalaninya tiga hari lalu.

Hasil reaktif positif Covid-19 itu dikeluarkan Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok.

"Sebenarnya sudah dites tiga hari yang lalu. Karena dia ini bekerja sebagai ART di rumah orang India," jelas Jamal.

Saat ini, T sudah dibawa ke RSUD Koja untuk diisolasi sembari menunggu swab test lanjutan.

Namun, kenyataan bahwa T positif Covid-19 sempat menghebohkan 69 korban kebakaran lainnya di RW 15 Tanjung Priok pada pagi tadi.

Pasalnya, T sempat ikut mengungsi dengan korban kebakaran lainnya sampai akhirnya ketua RW didatangi dokter dari Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok.

Dokter tersebut memberitahukan bahwa T ternyata positif Covid-19 sehingga dirinya harus dipisahkan dari pengungsi lainnya dan bahkan diisolasi di RSUD Koja.

Sempat TutupiHasil Rapid Test

T (46), korban kebakaran di RT 03/RW 15 Tanjung Priok yang positif Covid-19, sempat menutup-nutupi hasil rapid test-nya.

Ketua RW 15 Tanjung Priok, Rasa Nur Jamal mengatakan, T sebenarnya sudah menjalani rapid test Covid-19 tiga hari yang lalu.

Wanita yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di salah satu kediaman WNA India tersebut nyatanya dinyatakan reaktif positif Covid-19 dari hasil rapid test tersebut.

"Dia kena dari tiga hari cek di rumah sakit bahwa dia positif. Tapi untuk menerangkannya ragu dan malu gitu ya," kata Jamal saat ditemui di lokasi kebakaran, RT 03/RW 15 Tanjung Priok, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (3/6/2020).

Meski sudah dinyatakan positif Covid-19, T sempat menutup-nutupi hal tersebut.

Menurut pengakuan T kepada Jamal, dirinya ragu dan malu untuk mengakui hasil rapid test-nya yang reaktif positif Covid-19.

Pasalnya, ketika hasil rapid test-nya positif Covid-19, T tengah merawat orang tuanya yang sedang sakit keras.

"Karena kebetulan orang tuanya lagi sakit keras. Dia mungkin takut kalo dia buru-buru kasih tahu orang tuanya jadi nggak keurus," kata Jamal membeberkan pengakuan T.

Namun, kenyataan bahwa T reaktif positif Covid-19 akhirnya terbongkar pagi tadi.

Ketika T dan puluhan korban kebakaran lainnya berada di pengungsian, dokter dari Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok mendatangi Jamal.

Cegah Penyebaran Covid-19, Petugas Pemadam Kebakaran Semprot Disinfektan di 31 Pasar Jakarta Timur

UPDATE Corona di Depok Rabu 3 Juni 2020 : ODP 3.752, PDP 1.434, Positif 566 Kasus

Satpam Cantik di Sragen Hilang Setelah Pamit Kerja, Temuan Pantofel dan Pengakuan Suami

Dokter membawa kertas berisi hasil rapid test yang telah dijalani T, dan benar adanya, wanita itu reaktif positif Covid-19.

"Baru ketahuan begitu dokter pagi ini temui saya. Dia cerita bahwa warga saya ada yang kena Covid-19. Terus buru-buru kita temui dia mengaku benar," kata Jamal.

Setelahnya, T langsung dibawa ke RSUD Koja untuk menjalani isolasi lebih lanjut.

Di sisi lain, 11 anggota keluarga T yang juga korban kebakaran kini harus mengungsi di tempat terpisah dari 57 korban kebakaran lainnya.

11 anggota keluarga T mengungsi di aula Gereja HKBP dekat lokasi kebakaran, sementara 57 korban kebakaran lainnya diungsikan ke Masjid Nurul Falah.

11 orang tersebut pun diminta menjalani rapid test untuk menentukan apakah mereka terpapar Covid-19 atau tidak.  (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved