Breaking News:

Menurun Drastis, Hanya ada 3 Laporan Gangguan Balon Udara Saat Penerbangan Lebaran 2020

Total selama periode lebaran 2019, AirNav Indonesia menerima 59 laporan pilot mengenai balon udara.

Tangkapan Layar Kompas.com
Balon Udara yang Mendarat di Desa Ngloro, Kecamatan Saptosari Minggu (24/5/2020)(Dokumentasi Desa Ngloro) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Menurut AirNav Indonesia, terdapat penurunan signifikan mengenai kasus balon udara liar pada periode Lebaran tahun 2020 dibandingan tahun sebelumnya.

Direktur Utama AirNav Indonesia, M. Pramintohadi Sukarno mengatakan, sampai Senin (1/6/2020) pihaknya hanya menerima tiga laporan pilot mengenai gangguan balon udara liar selama periode lebaran 2020.

"Kami menerima tiga laporan pilot mengenai gangguan balon udara liar, turun drastis dibandingkan periode lebaran tahun lalu," kata Pramintohadi dalam keterangannya, Rabu (3/6/2020).

Padahal, pada hari pertama Lebaran tahun lalu pihaknya menerima 30 laporan mengenai balon udara.

Total selama periode lebaran 2019, AirNav Indonesia menerima 59 laporan pilot mengenai balon udara.

Pramintohadi mengklaim kalau tren balon udara di periode Lebaran selama tiga tahun terus merangkak turun.

"Pada periode lebaran tahun 2018 kami masih menerima 112 laporan pilot mengenai gangguan balon udara. Kemudian turun hampir setengahnya menjadi 59 laporan pada 2019, dan pada periode lebaran ini menjadi tiga laporan," terangnya.

Menurut Pramintohadi, pihaknya dapat menurunkan jumlah laporan gangguan balon udara berkat sinergi erat.

Bergelimang Harta, Ternyata Kegiatan Sederhana Ini Buat Nagita Slavina Bahagia Bersama Raffi Ahmad

Sering Main Gadget Selama di Rumah Aja? Ini Tips Menjaga Kesehatan Mata

Jelaskan Makna dari Bentuk Arca Ganesha? Ini Jawaban Soal Kelas 4-6 SD TVRI Rabu 3 Juni 2020

Dengan seluruh pemangku kepentingan industri penerbangan nasional, institusi pemerintah terkait dan komunitas di daerah serta peran masyarakat.

"Pencapaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen yang terlibat mulai dari Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, Polri, TNI, komunitas pegiat balon udara dan masyarakat," pungkas Pramintohadi.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved