Pemkot Tangerang Cari Jalan Keluar Pulihkan UMKM, Minta Mahasiswa Agar Berwirausaha

Pemerintah Kota Tangerang mengaku sedang mengkaji dan mencari jalan keluar untuk pemulihan UMKM

TribunJakarta/Ega Alfreda
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah (tengah) saat mengunjungi bedah rumah warga prasejahtera di kawasan Perum Periuk Damai, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Kamis (4/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Tangerang menjadi sektor yang terdampak paling fatal saat pandemi Covid-19.

Pemerintah Kota Tangerang mengaku sedang mengkaji dan mencari jalan keluar pemulihan UMKM.

Lantaran, Kota Tangerang sendiri merupakan daerah jasa dan perdagangan yang warganya banyak memiliki usaha di bidang perdagangan seperti kerajinan, kuliner dan lainnya.

"Kita sedang kaji bersama dengan berbagai perguruan tinggi terkait program apa saja nantinya untuk pemulihan UMKM di Kota Tangerang," ucap Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah di Jatiuwung, Kamis (4/6/2020).

Arief meminta para pelaku UMKM bisa berinovasi dan produktif dengan memanfaatkan potensi yang ada.

Contohnya memasarkan produknya melalui media sosial atau berbasis digital.

Menurutnya, pemulihan ini harus dilakukan agar pelaku UMKM tidak ada yang gulung tikar dan roda ekonomi bisa kembali bergulir.

"Kita dorong dan bina agar pelaku UMKM yang ada sekarang agar mereka bertransaksi via online. Kita juga ingin mahasiswa di tiap perguruan tinggi untuk hidup mandiri berwirausaha agar kembali menggairahkan UMKM di Kota Tangerang," papar Arief.

New Normal di Kota Bekasi Mulai Berlaku Besok, Mal dan Hiburan Malam Belum Boleh Buka

Rentan Terpapar Covid-19, Lansia Hingga Ibu Hamil Dilarang Berkegiatan di Luar Rumah

UPDATE Corona di Indonesia, Kamis 4 Juni 2020: Total Pasien Sembuh Capai 8.892 Orang

Ia mengatakan sejak pandemi ini terjadi, sejumlah UMKM ada yang menghentikan usahanya karena tidak bisa produksi.

"Tapi masih banyak juga pelaku usaha yang tetap bertahan, tapi pendapatannya rata-rata menurun," tutup Arief.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved