Timnas

Jadi Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri Jelaskan Makna dari Pekerjaannya

Aktif melatih sejak tahun 2011 hingga tahun 2020, Indra Sjafri kemudian diangkat oleh PSSI untuk menduduki posisi sebagai Direktur Teknik PSSI.

Editor: Suharno
(PSSI)
Pelatih kepala Timnas Indonesia, Indra Sjafri saat menghadiri sesi jumpa pers sebelum pertandingan pertama menghadapi Timnas Thailand U-23 

TRIBUNJAKARTA.COM - Aktif melatih sejak tahun 2011 hingga tahun 2020, Indra Sjafri kemudian diangkat oleh PSSI untuk menduduki posisi sebagai Direktur Teknik PSSI.

Menjadi direktur teknik, tentunya urusan mantan pelatih Timnas U-19 ini tak hanya sekedar mengurus tim nasional Indonesia, tetapi ada pekerjaan yang lebih mendalam yang harus dibenahi olehnya untuk mengembangkan sepak bola nasional.

"Di seluruh federasi sepak bola baik di Indonsia maupun hingga ke FIFA, hampir 60% sentuhannya teknis, dibungkus dengan administrasi yang bagus yang disupport oleh bidang bisnis untuk menggerakkannya, dan tidak boleh dibalik," ujar pria yang akrab dipanggil coach ini.

Ia mengatakan semua keputusan tidak bisa diambil oleh bidang bisnis karena ujung dari pekerjaan federasi adalah menyiapkan tim nasional dengan baik.

Masjid Agung At-Tin Jakarta Timur Kembali Gelar Salat Jumat, Jemaah Hingga Pedagang Turut Senang

Kemudian, Indra Sjafri menambahkan banyak elemen yang diperlukan agar tim nasional terbentuk dengan baik, sehingga pekerjaan direktur teknik tidak merta-merta hanya menyiapkan tim nasional tetapi mencari faktor-faktor yang membuat tim nasional baik.

"Di dalamnya ada bidang kepelatihan. Ini penting karena dari pelatih yang bagus maka muncul pemain yang bagus. Ada pula diperlukan instruktur yang berkualitas yang memberikan panduan seragam kepada pelatih," tambahnya.

Tak hanya itu, setelah faktor tersebut selesai maka akan masuk ke dalam tim nasional, yang mencakup pengelolaan timnas senior hingga timnas junior, cara perekrutan pemain atau pelatih.

Masuk dari Bandara, Ratusan Reptil Ilegal Asal Papua Diperjualbelikan Secara Online, Segini Harganya

Indra juga menyinggung pada pengembangan Asprov, karena seluruh elemen dari atas (PSSI) hingga kebawah, Askot, Askab perlu sangat perlu dikembangkan.

"Pengembangan dari bawah itu ada di bidang departemen teknik," tambahnya.

Ia pun memiliki rencana agar di setiap Asprov punya perpanjangan tangan dari direktur teknik yaitu teknik Asprov.

Kemudian ia pun ingin memperbaiki pengembangan sepak bola usia muda baik dari grass root hingga youth development.

"Kedepannya kita harapkan juga ada tim pencarian bakat yang bisa mencari pemain dari setiap kejuaraan atau turnament sepak bola yang diadakan di daerah," terangnya.

Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri Punya Protokol Pribadi di Tengah Pandemi Covid-19

Tak lupa, ia menyinggung tentang sekolah sepak bola yang harus dikembangkan.

Indra Sjafri meyakini Indonesia punya potensi yang kuat sehingga perlu pengembangan sepak bola usia dini yang baik.

Menurutnya, ajang elit pro akademi tidak cukup untuk menyokong timnas berhasil tetapi semua SSB wajib diperhatikan.

Tak cukup sampai disitu, sebagai direktur teknik, Indra Sjafri berharap ada database (digitalisasi) yang jelas tentang pemain dari junior hingga senior.

Sedangkan bidang terakhir yang ingin dikembangkan oleh pihaknya adalah Sport Sience, artinya pemain harus lahir dari ahlinya. (m21)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved