Breaking News:

Suami Tikam Istri di Tangerang

Kakek Pembunuh Istri di Kota Tangerang, Polisi Sebut Pelaku Sakit Jiwa dan Idap Kanker Tenggorokan

Edy Purnama Ong (72) kakek pembunuh istrinya sendiri Nurhayati (50) di Tangerang pada bulan Februari lalu terbukti mengalami gangguan jiwa.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Polres Metro Tangerang kota menggelar 45 adegan rekonstruksi di Kampung Nagrak, Kelurahan Periuk, Kota Tangerang, Jumat (5/6/2020) petang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Edy Purnama Ong (72) kakek pembunuh istrinya sendiri Nurhayati (50) di Kota Tangerang pada bulan Februari lalu terbukti mengalami gangguan jiwa.

Sebelumnya, Edy diketahui secara dingin menghabisi nyawa istrinya sendiri dengan menghujani 43 tusukan ke tubuh Nurhayati hingga tewas pada Sabtu (8/2/2020).

Namun, Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengatakan kalau tersangka terbukti terganggu kesehatan mentalnya dari hasil laboratorium.

"Hasil tes kejiwaan emang ada kesimpulan seperti skizofernia, artinya ada sedikit gangguan," ujar Sugeng usai menghadiri rekonstruksi pembunuhan, Jumat (5/6/2020).

Petugas Beri Sinyal Kedatangan Banjir Rob di Sunda Kelapa Jakarta Utara: Imbau Selamatkan Barang

Kendati demikian, ia mengaku pihaknya tidak berwenang untuk menyatakan bahwa tersangka ini tidak bersalah.

Melainkan tugas dan hak dari pengadilan nanti saat Edy memasuki tahap sidang.

"Biarkan vonis pengadilan yang akan menentukan itu. Tapi dalam proses perawatan selama ini pemberitahuan dari dokter yang bersangkutan sudah kembali normal," terang Sugeng.

"Jadi dalam proses persidangan itu yang menentukan apakah tersangka bersalah atau tidak," sambung dia.

Tagihan Listrik Melonjak, Warga Geruduk Kantor PLN Kota Depok: Biasanya Rp 500 Ribu, Jadi Rp 4 Juta

Ia menambahkan tersangka saat ini tidak dilakukan penahanan karena mengalami sakit kanker tenggorokan.

"Tersangka dirawat di rumah sakit Kramat Jati dalam pengawasan petugas kepolisian," tegasnya.

Di waktu yang sama, Polres Metro Tangerang Kota menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan tersebut.

Rekonstruksi adegan berdarah itu dilakukan di rumah korban dan tersangka di Kampung Nagrak, Kelurahan Periuk, Kota Tangerang, Jumat (5/6/2020) petang.

Tersangka Edy Purnama Ong (72) mempraktikkan 45 adegan rekonstruksi saat melakukan pembunuhan istrinya sendiri, Nurhayati (50)

"Ada 45 adegan yang diperagakan tadi dan kita ketahui bahwa di depan ini ada beberapa barang bukti. Tindak pidana ini berawal dari cekcok rumah tangga," ujar Sugeng.

Liga 1 2020 Berpeluang Digelar Lagi, Pelatih Persija Jakarta Sarankan PSSI Gelar Turnamen Pramusim

Ia menjelaskan kalau peristiwa berdarah itu termantik karena persoalan rumah tangga.

Lalu, terjadi pertengkaran antara tersangka dan korban.

Dalam pertengkaran itu, korban sempat melempar asbak dan gelas sebanyak dua kali kepada tersangka diduga karena mabuk.

Tidak terima, tersangka yang sudab berumur itu tak pikir panjang langsung menikam korban berkali-kali sampai bercucuran darah.

Sugeng menambahkan pada adegan ke 24, 25 dan 26 tusukan pelaku mengarah pada leher dan lambung sehingga menyebabkan korban meninggal dunia di rumah sakit.

"Waktu kejadian, upaya penyelamatan sempat dilakukan para saksi. Namun akhirnya korban meninggal dunia di RS Sari Asih. Hasil autopsi ada 43 tusukan dari menurut keterangan ahli," terang Sugeng.

Kakek Pembunuh Istri di Tangerang Gelar 45 Adegan Rekonstruksi, Korban Dihujani 43 Tusukan

Ia menambahkan tersangka saat ini tidak dilakukan penahanan karena mengalami sakit kanker tenggorokan.

"Tersangka dirawat di rumah sakit Kramat Jati dalam pengawasan petugas kepolisian," tegasnya.

Pelaku terancam Pasal 44 ayat 3 jo Pasal 5a UU RI No. 23 Tahun 2004, tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan atau Pasal 320 KUHP dan atau Pasal 338 dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman pidana 25 tahun penjara.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved