Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Indonesia

PSBB Transisi, Kendaraan Pribadi Harus Patuh Ganjil Genap, Ini Penjelasannya

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 51 Tahun 2020, tentang pelaksanaan PSBB transisi.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Wahyu Aji
Kompas Images/MAULANA MAHARDHIKA
Sejumlah kendaraan melaju di Gerbang Tol Cibubur 2 Tol Jagorawi, Jakarta, Senin (16/4/2018). Uji coba yang dilakukan setiap hari Senin-Jumat kecuali hari libur nasional tersebut dimulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB diharapkan dapat mengurai kemacetan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi pada Juni 2020.

Hal ini berdampak terhadap aktivitas warga, satu di antaranya kendaraan pribadi akan terdampak sistem ganji genap (gage).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 51 Tahun 2020, tentang pelaksanaan PSBB transisi.

Dalam Pergub tersebut, Anies menjelaskan tujuannya sebagai pengendalian moda transportasi yang tertuang dalam Bab IV Pergub tersebut.

"Kendaraan bermotor pribadi berupa sepeda motor dan mobil beroperasi dengan prinsip ganjil genap pada kawasan pengendalian lalu lintas," tertulis pada Pasal 17 ayat (2) huruf a.

Pada Pasal 18 ayat (1), kendaraan pribadi 'berpelat angka ganjil' dilarang melintas di ruas jalan pada tanggal genap, begitupun sebaliknya.

Kawasan sistem gage ditetapkan keputusan gubernur dan Dinas Perhubungan DKI.

Mereka membikin pedoman teknis ihwal ruas jalan yang berlakukan sistem gage.

Ada kendaraan yang dikecualikan dari sistem gage ini, yaitu ojek online dan taksi online.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved