Breaking News:

Kasus Penipuan Kartu Kredit hingga Rp 1 M, Polisi Amankan Barang Bukti Ini

Kasus penipuan dan penggelapan kartu kredit merugikan Bank Mega hampir Rp 1 miliar, yakni Rp 937 juta.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Barang bukti yang pernah digunakan untuk menipu dan melakukan penggelapan kartu kredit, diamankan Polres Metro Jakarta Pusat, Senin (8/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMAYORAN - Kasus penipuan dan penggelapan kartu kredit merugikan Bank Mega hampir Rp 1 miliar, yakni Rp 937 juta.

Demikian dikatakan Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto, saat merilis kasus tersebut, di kantornya, pada Senin (8/6/2020).

Dua pelaku ini adalah Aminah Alatas (47) dan Yohanes Paul Radiva (52).

Sejumlah barang bukti dari tangan pelaku pun berhasil diamankan polisi.

"Ada 64 handphone berbagai merek dan dua notebook," kata Heru.

Sebanyak 43 kartu kredit yang pernah digunakan pelaku pun diamankan polisi.

"Bank BRI sebanyak tiga kartu kredit, kerugian Rp 18 juta dan tiga kartu kredit Mandiri, kerugian Rp 40 juta," jelas Heru.

"BNI sebanyak kartu kredit, kerugian Rp 101 juta. Dua kartu kredit BCA, kerugian Rp 80 juta," sambungnya.

Heru menyatakan, kartu kredit dari berbagai bank digunakan kedua pelaku untuk menipu.

Heru mengatakan, adapun 43 dokumen permohonan persyaratan aplikasi kartu kredit Bank Mega.

"Ada juga mobil Kijang Innova berpelat B 1377 UKP yang digunakan pelaku, kami amankan," tambah Heru.

Alhasil, kini kedua pelaku berstatus tersangka dan dijerat Pasal 263, Pasal 378, dan 372 KUHP, tentang pemalsuan, penipuan, dan penggelapan.

Dengan pasal tersebut, mereka pun dapat dipenjara maksimal di atas lima tahun.

"Maksimal enam tahun penjara," kata Heru.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved