Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Pemprov DKI Jakarta Tegaskan Aturan SIKM Tetap Ditegakan Selama PSBB Masa Transisi

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menegaskan, pihaknya tak akan mengendurkan aturan pengetatan SIKM.

TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo saat ditemui di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menegaskan, pihaknya tak akan mengendurkan aturan pengetatan bagi masyarakat yang ingin keluar dan masuk ibu kota.

Ini berarti, pemeriksaan Surat Izin Keluar Masuk ( SIKM) tetap akan dilalukan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) masa transisi diterapkan.

Terlebih, kini sudah mulai ada pergeseran episentrum penyebaran Covid-19 di daerah-daerah lain di luar Jabodetabek.

"SIKM ini menjadi salah satu instrumen, satu-satunua instrumen untuk Jakarta mengendalikan pergerakan dari luar maupun dari Jakarta ke luar," ucapnya, Senin (8/6/2020).

Otavio Dutra Tak Sabar Kembali Berlatih Bersama, Manajemen Persija Jakarta Belum Ada Rencana

Meski demikian, ia mengakui, pihaknya bakal mempersempit wilayah pengawasan SIKM.

Bila sebelumnya pemantauan dilakukan di wilayah perbadatas Jabodetabek dengan wilayah lain, kini mengawasan dilakukan di perbatasan Jakarta dengan wilayah Bodetabek.

"Pelaksanaan SIKM yang tadinya di ruas jalan batas administrasi Jabodetabek dengan luar Jabodetabek, kini mulai dilakukan di batas administrasu Jakarta dengan Bodebek," ujarnya.

Syafrin menyebut, total ada 36 titik pantau yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta sudah mulai diaktifikan.

Selain berada di ruas jalan yang berbatasan dengan wilayah Bodetabek, titik pantau juga ada di Terminal Pulo Gebang, Stasiun Gambir, dan Bandara Soekarno Hatta.

"Di check point itu kami tempatkan petugas gabungan, ada petugas Dishub, ada Satpol PP, dan ada juga TNI-Polri," kata Syafrin.

Ojek Online Boleh Bawa Penumpang di DKI Jakarta, Driver Ojol: Kami Seperti Memiliki Harapan Baru

Ia menegaskan, pihaknya bakal tegas memberikan sanksi kepada masyarakat yang nekat bepergian keluar atau masuk Jakarta tanpa memiliki SIKM.

Aturan penegakan tetap sama, petugas akan meminta mereka putar balik menuju daerah asal atau bila berhasil masuk Jakarta maka akan dikarantina selama 14 hari dengan biaya sendiri.

"(Sanski) SIKM tentu tetap sama. Karena kita masih dalam kerangka pelaksanaan PSBB. Artinya kita belun selesai dengan penyelesaian pandemi Covid-19," tuturnya.

"Kita masih di dalam dan tetap perlu pengendalian pergerakan," sambungnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved