Breaking News:

Sahroni: Satgasus Merah Putih Proteksi Bangsa dari Ancaman Narkoba

selama dua pekan terakhir Satgasus Merah Putih merilis pengungkapan narkoba dengan total lebih dari 1,2 ton sabu-sabu:

Istimewa
Wakil Ketua Komisi Hukum DPR RI dari Fraksi Nasdem Ahmad Sahroni. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sepak terjang Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Merah Putih Polri dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkotika, khususnya di tengah pandemi Covid-19, mengundang decak kagum sejumlah kalangan masyarakat, termasuk dari parlemen.

Dari penelusuran pemberitaan di media massa, selama dua pekan terakhir Satgasus Merah Putih merilis pengungkapan narkoba dengan total lebih dari 1,2 ton sabu-sabu.

Wakil Ketua Komisi Hukum DPR RI dari Fraksi Nasdem Ahmad Sahroni memandang pengungkapan kasus-kasus narkotika berskala internasional yang akhir-akhir ini dilakukan oleh Satgasus Merah Putih merupakan bukti aparatur penegak hukum, dalam hal ini Polri, bekerja sangat keras memproteksi negara dan masyarakat dari ancaman eksistensi jaringan narkotika internasional yang selalu jeli memanfaatkan peluang.

“Yang paling saya apresiasi adalah Satgasus Merah Putih mampu mengendus geliat jaringan narkotika internasional di tengah kekalutan masyarakat global menghadapi pandemi Covid-19,” kata Ahmad Sahroni, Senin (8/6).

Pencapaian ini ucap Sahroni sekaligus mengirim pesan kepada para gembong narkotika bahwa setiap jengkal wilayah NKRI diproteksi dari ancaman bahaya peredaran narkotika yang mencoba masuk lewat berbagai jalur tikus yang tersebar di pelosok tanah air.

Sahroni menjelaskan, hal itu terlihat dari pengungkapan 402 kg sabu yang coba diselundupkan lewat Pelabuhan Ratu, Sukabumi beberapa hari lalu.

Begitu pula pengungkapan 801 Kg sabu di Serang, Banten, pada akhir Mei lalu.

“Bayangkan jika 1,2 ton sabu itu lolos ke tangan masyarakat? Berapa juta rakyat Indonesia yang akan menjadi korban penyalahgunaan narkotika tersebut?,” kata Ahmad Sahroni.

Politisi NasDem ini pun menyatakan bahwa kinerja mengagumkan Satgas Merah Putih dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia menjadi hadiah ulang tahun Hari Antinarkotika Internasional (HANI) yang akan jatuh pada 26 Juni nanti bagi bangsa dan negara kita.

“ini pencapaian prestisuis yang harus diapresiasi seluruh kalangan masyarakat,” katanya.

Oleh karenanya Ahmad Sahroni mengajak segenap elemen bangsa berperan serta menjadi mata dan telinga penegak hukum dalam mengawasi gerak-gerik kaki-tangan para gembong narkotika di seluruh tanah air.

“Jika kita bersama-sama menjadi musuh mereka maka saya optimistis bangsa ini lambat laun akan melepaskan diri dari cengkraan narkotika,” ujarnya.

Tak lupa Ahmad Sahroni mendorong agar penegak hukum mulai dari tingkat penyelidikan hingga penuntutan memiliki semangat yang sama, yakni menjatuhkan hukuman seberat-beratnya bagi para tersangka sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku di Tanah Air.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved