Breaking News:

Banjir Rob Terjang Permukiman Warga

Tinggal di Muara Angke Pluit Jakarta Utara Sejak 1983, Patmono: Banjir Rob Terparah Ya Tahun Ini

Banjir rob yang merendam permukiman warga di pesisir Muara Angke, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara yang Terparah.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Permukiman warga di pesisir Muara Angke, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, masih terendam banjir rob, Senin (8/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Banjir rob yang merendam permukiman warga di pesisir Muara Angke, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara sejak Jumat (5/6/2020) lalu disebut-sebut sebagai yang terparah.

Meski permukiman warga rutin kemasukan banjir rob, kondisinya di tahun ini dianggap warga setempat paling parah selama beberapa tahun terakhir.

Patmono, pengurus RW 21 Kelurahan Pluit, merasakan ada perbedaan terkait kondisi banjir rob di tahun ini dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Masuk Transisi New Normal, Wali Kota Tangerang Bahas Kelonggaran Rumah Makan Pekan Ini

Perbedaan yang dirasakan Patmono adalah terkait ketinggian serta jangka waktu surutnya banjir.

"Ada perbedaan, kalau tahun ini parah. Sekarang kalau sudah rob dua minggu, dua minggu kedepannya tidak. Sebulan belakangan ini peningkatan nambah," kata Patmono saat ditemui di Sekretariat RW 21 Kelurahan Pluit, Senin (8/6/2020).

Patmono, pengurus RW 21 Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.
Patmono, pengurus RW 21 Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO)

Menurut Patmono, banjir rob di tahun-tahun sebelumnya biasanya tak sampai masuk ke rumah warga.

Namun, di tahun ini, tak sedikit warga yang harus merasakan rumah mereka terendam banjir rob yang disebut Patmono bisa mencapai 1 meter ketinggiannya.

"Saya sudah dari 1983 (tinggal di sini). Paling parah ini," ucapnya.

Pemkot Tangerang Belum Merencanakan Pembukaan Tempat Wisata saat New Normal

Patmono juga menganggap banjir rob tahun ini yang terparah karena tak menemukan penyebab lain di balik adanya genangan.

Di tahun-tahun sebelumnya, kata Patmono, permukiman warga sempat terdampak parah karena ada tanggul yang jebol.

Hal itu tidak terjadi di tahun ini.

"Kecuali kalau ada tanggul yang jebol. Kalau sekarang nggak ada yang jebol. Makanya kalau kemarin, dua hari lalu, kalo pake motor udah gak bisa masuk," kata Patmono.

Senada, Riswanto (35), warga RT 01/RW 01 Kelurahan Pluit, juga menganggap banjir rob tahun ini yang terparah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved