Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

2 Kali Setop Operasional, Maskapai Lion Air Kembali Terbang Tanggal 10 Juni

Maskapai Lion Air kembali beroperasional setelah dua kali berturut-turut menghentikan operasionalnya beberapa waktu lalu.

ISTIMEWA
Pesawat Lion Air Boeing 737 MAX 8, registrasi PK-LQP dengan kapasitas 180 kursi kelas ekonomi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Maskapai Lion Air kembali beroperasional setelah dua kali berturut-turut menghentikan operasionalnya beberapa waktu lalu.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan, pihaknya akan kembali beroperasional melayani penerbangan rute domestik pada 10 Juni 2020.

"Rencana memulai operasional penerbangan untuk layanan penumpang berjadwal domestik pada 10 Juni 2020," ujar Danang melalui keterangan resminya, Selasa (9/6/2020).

Sebagaimana diketahui, Lion Air pertama kali menyetop penerbangannya pada 27 Mei 2020 lalu.

Kemudian, pada 5 Juni 2020 kembali menutup penerbangan karena banyak penumpang yang belum memahami persyaratan penerbangan terbatas rute domestik.

Namun, Danang mengklaim, pembukaan kembali operasional maskapai berlambang singa itu setelah calon penumpang mulai menyadari dokumen wajib sebelum terbang.

"Sesuai perkembangan bahwa calon penumpang pesawat udara sudah semakin memahami serta akan dapat memenuhi persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan untuk melakukan perjalanan pesawat udara," terang Danang.

Untuk itu, Lion Group juga mengimbau lepada calon penumpang untuk memperhatikan beberapa ketentuan agar bisa terbang dengan nyaman dan lancar.

Kemudian calon penumpang wajib membawa kartu identitas, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak aman atau physical distancing dan menjaga kebersihan.

Hal itu sesuai dengan Surat Edaran baru SE 5 Tahun 2020 dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

"Jika tes kesehatan yang digunakan Rapid Test maka masa berlaku adalah tiga hari, atau jika tes kesehatan yang digunakan Reverse Transcription-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) maka masa berlaku ialah tujuh hari," papar Danang.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved