Listrik Fasilitas Umum di Rusun Dinas Kebersihan DKI Dicabut, Pemicunya Diduga Hal Ini

Seorang warga, Uwak Uto (53) mengatakan bahwa pemutusan listrik pada fasum di rusun tersebut sudah berlangsung sekitar sepekan

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Listrik pada sejumlah fasilitas umum (fasum) yang ada di Rusun Dinas Kebersihan DKI Jakarta, RW 03 Kelurahan Sempet Barat, Cilincing, Jakarta Utara, dimatikan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Listrik pada sejumlah fasilitas umum (fasum) yang ada di Rusun Dinas Kebersihan DKI Jakarta, RW 03 Kelurahan Sempet Barat, Cilincing, Jakarta Utara, padam.

Pemutusan listrik fasum di hunian tersebut diduga terjadi karena tagihannya belum dibayarkan pengurus RW setempat.

Seorang warga, Uwak Uto (53) mengatakan bahwa pemutusan listrik pada fasum di rusun tersebut sudah berlangsung sekitar sepekan belakangan.

Warga yang tinggal di hunian tersebut dibikin terkejut ketika tiba-tiba petugas dari PLN memutus empat gardu listrik untuk fasum.

"(Petugas PLN) datang ke sini langsung dicabut, udah nggak disegel lagi, langsung dicabut. Yaudah warga terima aja dulu," kata Uto saat ditemui di lokasi, Selasa (9/6/2020).

Uto mengatakan, empat gardu listrik yang diputus itu mengaliri listrik ke fasum di beberapa unit rusun, salah satunya di Blok D.

Maling di Cibodas Mengalami Luka Tusuk Hingga Tergeletak saat Dilawan oleh Korbannya

Pedagang Masker Bermotif di Pasar Jatinegara Panen Rezeki, Omzet Bisa Rp 3 Juta Sehari

Diputusnya aliran listrik fasum di rusun tersebut membuat kondisi lorong-lorong serta area parkir rusun menjadi gelap gulita sepekan belakangan.

"Ini, penerangan lorong dengan lorong yang di per lantai, di lorong lantai 3 sampai lantai 5. Tapi tiap lorong juga memang mati, fasilitas umum mati," kata Uto.

Warga, kata Uto, sempat mencari tahu penyebab diputusnya listrik fasum rusun.

Nyatanya, uang iuran listrik dan air yang telah dibayarkan warga setiap bulannya tidak dipakai dengan seharusnya oleh pengurus RW, terutama Ketua RW 03 Kelurahan Semper Barat.

"Ya memang belum dibayarkan. Mungkin juga udah tersebar beritanya, jadi mungkin ada pengurus RW yang pribadi dipakai, kita juga nggak ngerti gimana ceritanya," ucap Uto.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved