Breaking News:

Cerita Grup Cuangki dari Garut Berhasil Lolos Balik ke Tangsel, Berangkat Tengah Malam Lewat Bogor

Unang dan teman-temannya menyewa travel. Namun sayang, sampai di Karawang travelnya dihentikan

TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Unang (43) saat sedang berjualan di tepi Situ Lengkong Wetan, Serpong, Tangsel, Rabu (10/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Unang (43) kini sudah bisa berjualan baso cuangki kembali di bilangan Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), ia sempat terjebak di kampungnya, Garut, Jawa Barat, karena dua kali gagal balik ke kota satelit DKI Jakarta itu.

Dengan logat Sunda yang kental, Unang bercerita, dua bulan lalu, ia pulang kampung ke Garut, saat itu belum ramai virus corona atau Covid-19.

Usai lebaran ia hendak kembali ke Tangsel untuk mencari nafkah berjualan baso cuangki, bersama 14 orang temannya. Unang menyebutnya 'grup cuangki'.

Uang sudah habis di kampung, ia hrus kembali ke Serpong untuk berjualan.

Unang dan teman-temannya menyewa travel. Namun sayang, sampai di Karawang travelnya dihentikan polisi.

"Ada 14 orang, travelan tiga mobil, grup cuangki 15 orang sama saya," ujar Unang saat sedang berjualan di tepi Situ Lengkong Wetan, Serpong, Tangsel, Rabu (10/6/2020).

Karena tidak memiliki surat izin keluar masuk (SIKM), Unang dan teman-temannya, tiga mobil travel, kembali ke Garut.

Nahasnya, ongkos sebesar Rp 200 ribu membayar travel, hangus tidak bisa dikembalikan.

Sepekan kemudian, grup cuangki kembali mencoba peruntungan. Ditekan keuangan yang semakin menipis, mereka kembali mencoba balik ke Tangsel.

Halaman
12
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved