Breaking News:

Pembatalan Ibadah Haji 2020

Ibadah Haji Dibatalkan, Pedagang Kurma Hampir Jual Mobil Gegara Krisis Ekonomi

Sarwono, pria 45 tahun ini mengalami dampak Ibadah Haji 2020 dibatalkan pemerintah. Pendapatanya sebagai pedagang kurma merosot drastis.

TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Kios-kios pedagang kurma yang berjejeran di sepanjang jalan dekat Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Sarwono, pria 45 tahun ini mengalami dampak Ibadah Haji 2020 dibatalkan pemerintah.

Akibat itu, pendapatan Sarwono menurun 80 persen sehingga hampir menjual mobil pribadinya.

"Kemarin hampir ingin menjual mobil, ya barangkali bisa buat makan untuk bulan ke depannya," kata Sarwono, saat ditemui TribunJakarta.com, di kiosnya, sekitaran Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2020).

Beruntung, sebagai pedagang kurma dan oleh-oleh khas Arab Saudi, Sarwono memiliki tabungan sehingga gagal menjual mobilnya.

Namun, sebisa mungkin Sarwono tidak memanfaatkan uang tabungannya dari hasil menjual kurma dan sebagainya sejak 15 tahun silam.

"Untungnya saya ada tabungan, tapi tidak saya pakai terlebih dulu," kata dia.

Alasannya, dia khawatir uang tabungannya ini habis lebih dulu jika aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi diperpanjang.

"Takutnya nanti PSBB ini diperpanjang, tabungan sudah habis, mau tak mau ya jual barang yang ada," ujar Sarwono.

"Itu untuk pedagang berat sekali. Teman-teman pedagang belum pasti buka lagi. Karena biayanya tidak cukup, kan sewa rukonya juga mahal," sambungnya.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved