Breaking News:

Pasutri Pedagang Nasi Harap Pemerintah Tak Naikkan Biaya Haji Saat Keberangkatan Dibuka 

Saeroh dan Ratono berharap pemerintah melakukan upaya agar ibadah Haji kembali dibuka

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Bima Putra
Saeroh (44) saat menunujukkan bukti persyaratan surat kesehatan untuk menunaikan ibadah Haji di Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (10/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Ratono (49) dan istrinya Saeroh (44) mencoba mengikhlaskan penundaan keberangkatan ibadah Haji mereka karena pandemi Covid-19.

Namun mereka berharap saat Pandemi Covid-19 usai dan keberangkatan ibadah Haji kembali dibuka pemerintah tak menaikkan biaya.

"Ya kalau tahun depan bisa berangkat semoga enggak biayanya enggak naik, karena kita sudah nabung dari lama untuk melunasi biaya," kata Saeroh di Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (10/6/2020).

Pasangan suami istri (Pasutri) pedagang nasi rames dan goreng ini mengaku sudah menyisihkan penghasilannya sekitar 20 tahun demi naik haji.

Mereka mendaftar tahun 2012 silam dan dijadwalkan berangkat akhir bulan Juni 2020 ini, nahas batal karena pandemi Covid-19 yang belum usai.

"Semoga Corona ini juga cepat selesai, kalau tahun ini enggak bisa berangkat mudah-mudahan tahun depan sudah bisa berangkat Haji," ujarnya.

Saeroh menuturkan keputusan pemerintah meniadakan ibadah Haji tahun 2020 memang sulit diterima karena sudah lama diimpikan.

Seluruh persiapan sudah rampung, bila bukan karena pandemi Covid-19 Pasutri warga Kelurahan Cipinang Besar Utara ini sudah berangkat.

"Bukan cuma biaya haji, uang untuk biaya pembimbing juga sudah dilunasi. Bahkan sebelumnya juga manasik Haji," tuturnya.

Meski hingga kini pandemi Covid-19 belum berakhir, Saeroh dan Ratono berharap pemerintah melakukan upaya agar ibadah Haji kembali dibuka.

Wagub DKI: Jumlah Swab Test PCR di Jakarta Melebihi Standar WHO

Berikut Bacaan Niat Puasa Senin Kamis, Pakai Bahasa Arab dan Latin, Ini 5 Manfaatnya!

Hendak Kabur dari Pemeriksaan Rapid Test, PMKS Nekat Panjat GOR Ciracas

Pun untuk sekarang mereka sadar yang bisa dilakukan hanya berdoa agar mereka diberi kesehatan dan umur hingga bisa berangkat Haji.

"Mudah-mudahan tahun depan bisa berangkat dengan bagaimana pun caranya. Mumpung masih sehat, dikasih kesempatan, umur panjang makanya saya sangat dambakan sekali," lanjut Saeroh.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved