Jakarta Terapkan PSBB Transisi
Polisi Mengaku Kesulitan Ingatkan Penumpang KRL yang Tak Tertib saat Mengantre
Penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) sulit diatur guna menjaga jarak satu dengan lainnya saat masa PSBB masa transisi berlaku.
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat
TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) sulit diatur guna menjaga jarak satu dengan lainnya saat masa PSBB masa transisi berlaku.
Demikian dikatakan Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Heru Novianto, saat diwawancarai awak media, di stasiun Tanah Abang, Rabu (10/6/2020).
"Tidak mudah untuk mengingatkan mereka, tetapi kami tidak berhenti," kata Heru.
"Kami selalu mengingatkan di titik-titik keramaian, khususnya di stasiun, itu selalu akan terjadi penumpukkan," sambungnya.
Heru mengatakan, penumpang KRL di stasiun Tanah Abang dan Sudirman kurang sadar perihal menjaga jarak.
"Cuma, kadang saat antrean mereka kurang sadar. Karena merasa, mungkin harus duluan, takut ketinggalan," kata Heru.
"Nah ini yang perlu kami ingatkan agar tak berdekatan dan menempel. Di situlah peran kami mengingatkan warga untuk menjaga jarak, gunakan masker," tutup Heru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/kapolres-metro-jakarta-pusat-kombes-pol-heru-novianto-di-bundaran-hi.jpg)