Breaking News:

2.000 Pelanggan Keluhkan Tagihan Listrik ke PLN UP3 Depok, 80 Persen Sudah selesai

Ratusan pelanggan ini rata-rata mengalami kenaikan tagihan listrik mulai dari 20 hingga 50 persen.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Manager PLN UP3 Depok Kota, Putu Eka Astawa, dijumpai wartawan di Kantor PLN UP3 Depok Kota, Sukmajaya, Kota Depok, Kamis (11/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKMAJAYA – Sejak 5 Juni 2020, Perusahaan Listrik Negara (PLN) UP3 Depok Kota di Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, sudah menerima kurang lebih 2.000 pelanggan yang komplain ihwal kenaikan tagihan listrik.

Manager PLN UP3 Depok Kota, Putu Eka Astawa, menjelaskan bahwa kurang lebih ada 300 hingga 500 pelanggan yang mempertanyakan lonjakan tagihan listriknya, baik dengan datang langsung ke Kantor PLN UP3 Depok atau melalui contact center yang tersedia.

“Jadi totalnya Jumat 5 Juni 2020 itu sekitar 400 pelanggan, Sabtu gak banyak 200, Senin 500, Selasa 600, kemudian terus menurun hingga sekaran, ya kira-kira kurang lebih 2.000 pelanggan lah,” kata Putu di Kantor PLN UP3 Depok Kota, Kamis (11/6/2020).

Putu menuturkan, ratusan pelanggan ini rata-rata mengalami kenaikan tagihan listrik mulai dari 20 hingga 50 persen.

“Kalau soal keniakan bervariasi, ada yang 20 persen hingga 50 persen dan dominan memang di sana kenaikan 20-50,” bebernya.

Lanjut Putu, dari 2.000 persen aduan yang diterima pihaknya, sebanyak 1.600 aduan sudah dapat terselesaikan dan pelanggannya pun langsung memutuskan untuk membayar tagihannya.

“Dari 2.000 aduan, 80 persen itu semuanya clear dan memahami akhirnya membayar, sekitar 1.600 orang ya 80 persennya itu,” tuturnya.

Warga Tercengang Usai Dobrak Pintu Rumah Pria di Balaraja, Ditemukan 3 Orang Tewas Mengenaskan

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tergeletak di Kawasan Cinere

Prediksi Cuaca dari BMKG Besok, Jumat 12 Juni: Waspada Wilayah Ini Berpotensi Hujan Lebat dan Angin

Terakhir, Putu berujar pihaknya akan terus membuka loket aduan sampai batas waktu yang belum ditentukan, sampai seluruh aduan pelanggan tertangani dan mencapai angka 100 persen.

“Jadi target kami saat ini adalah 100 persen tapi untuk saat ini sudah 80 persen yang sudah tuntas dan 20 persen lagi masih belum tuntas,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved