Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Kapasitas di Bandara Soekarno-Hatta Maksimal 50 Persen, ini Teknologi Pengendaliannya

Dirjen Perhubungan Udara menerbitkan Surat Edaran Nomor 13 tahun 2020 soal penentuan slot penerbangan di bandara udara.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Suharno
ISTIMEWA
Antrean penumpang di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta di tengah pandemi Covid-19, Rabu (10/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menerbitkan Surat Edaran Nomor 13 tahun 2020 soal penentuan slot penerbangan di bandara udara.

Sesuai surat edaran tersebut kapasitas terminal di Bandara Soekarno-Hatta ditetapkan paling banyak 50 persen dari jumlah Penumpang Waktu Sibuk (PWS) pada saat normal.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan melalui penerapan teknologi informasi di Bandara Soekarno-Hatta, maka kapasitas terminal dalam waktu sibuk dapat ditentukan secara lebih fleksibel.

"Melalui penerapan teknologi informasi ini, maka kapasitas terminal di Soekarno-Hatta bisa ditetapkan lebih fleksibel, mungkin lebih dari 50 persen dari jumlah penumpang waktu sibuk," ujar Awaluddin dalam keterangannya, Kamis (11/6/2020).

Pengajuan Perpanjangan SIM Tidak Harus di Kota Asal Sesuai KTP, Ini Syaratnya dan Biayanya

Penerapan teknologi informasi di Soekarno-Hatta guna mengkolaborasikan seluruh aspek operasional.

Antara lain lewat adanya Terminal Operation Center (TOC) di Terminal 1, Terminal 2 dan Terminal 3.

TOC masing-masing terminal akan mendukung kolaborasi di antara stakeholder yang dipusatkan di Airport Operation Control Center (AOCC).

Secara keseluruhan, TOC dan AOCC merupakan pondasi dari platform operasi bandara untuk Airport Operation Management System yang didukung implementasi teknologi andal.

Aksi Jemput Paksa Jenazah di Mekar Sari Kota Bekasi Berujung Damai, Pasien Ternyata Negatif Covid-19

"Melalui implementasi teknologi informasi itu, Soekarno-Hatta dapat menjalankan respons cepat, sistem peringatan dini, dan efektivitas dalam operasional," kata Awaluddin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved