Jakarta Terapkan PSBB Transisi

MRT Tiadakan Gerbong Khusus Wanita Selama PSBB Transisi

Selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi, PT MRT Jakarta meniadakan gerbong khusus wanita.

TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Penumpang MRT Jakarta sedang menggunakan hand sanitizer yang tersedia di stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi, PT MRT Jakarta meniadakan gerbong khusus wanita.

Dirut MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, kebijakan ini sudah mulai diterapkan sejak 8 Juni 2020 lalu.

"Kereta khusus wanita untuk sementara waktu ditiadakan," ucapnya dalam diskusi virtual MRT, Kamis (11/6/2020).

Ia menjelaskan, peniadaan gerbong khusus wanita dilakukan lantaran saat ini kebijakan menjaga jarak atau physical distancing masih diberlakukan.

"Social distancing sudah diberlakukan, jadi pasti jarak terjamin," ujarnya.

Adapun sejak 8 Juni atau saat perkantoran sudah kembali diizinkan beroperasi kembali, operasional MRT kembali mengalami penyesuaian.

Kini, jarak kedatangan (headway) kereta MRT diperpendek menjadi 5 menit sekali saat jam sibuk di hari biasa dan 10 menit sekali pada jam reguler.

MRT Siapkan Ruang Isolasi Bagi Penumpang DIduga Terpapar Covid-19

Byurger: Burger Kekinian Ala Anak Muda di Pasar Cipete Selatan, Berawal dari Rasa Jenuh

Pada hari biasanya, MRT beroperasi mulai pukul 05.00 WIB hingga 21.00 WIB, sedangkan pada akhir pekan atau hari libur mulai sejak pukul 06.00 WIB sampai 20.00 WIB.

"Kemudian saat hari libur headwaynya 20 menit. Jadi lebih panjang, karena kami ingin masyarakat tidak berkegiatan di luar rumah saat hari libur," kata William.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved