Antisipasi Virus Corona di DKI

Selama Masa PSBB, Konsumsi Air Bersih di Jakarta Menurun

Selama masa PSBB ini, terjadi pergeseran pemakaian air bersih dari sektor komersil ke rumah tangga

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta.com/Pebby Adhe Liana
Fasilitas cuci tangan yang dipasang oleh Pam Jaya untuk masyarakat menjaga kebersihan tangan ditengah pandemi corona, Lokasi : Velodrome Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (23/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - BUMD PAM Jaya mencatat, terjadi penurunan konsumsi air bersih selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Direktur Utama (Dirut) PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo mengatakan, sebelum masa PSBB tercatat pihaknya telah mendistribusikan 20.200 liter air ke warga.

Namun, memasuki masa PSBB terjadi penurunan konsumsi air, di mana pihaknya hanya menyalurkan 19.500 hingga 19.800 liter air bersih.

"Secara sumber air kita enggak ada masalah. Pada masa normal biasanya kami (mendistribusikan) 20.200 liter air, kemarin (saat PABB) kami bisa (menyalurkan) 19.500 hingha 19.800 liter," ucapnya, Kamis (11/6/2020).

Penurunan jumlah konsumsi air ini dijelaskan Bambang, tak terlepas dari kebijakan-kebijakan yang diterapkan Pemprov DKI, khususnya soal pembatasan aktivitas perkantoran.

"Untuk hotel, apartemen, dan perkantoran komposisi air bersih berkurang 5,75 persen dari sebelum adanya wabah ini," ujarnya saat dihubungi.

Bambang mengatakan, selama masa PSBB ini, terjadi pergeseran pemakaian air bersih dari sektor komersil ke rumah tangga.

Hal ini juga tidak terlebih dari kebijakan pemerintah terkait anjuran untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dan imbauan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

"(Pemakaian air) berpindah dari wilayah komersil ke rumah tangga sederhana dan rumah tangga menengah secara signifikan," kata Bambang.

Meski demikian, selama masa transisi ini, Bambang memprediksi, konsumsi air bakal kembali meningkat.

Sebab, aktivitas perkantoran sudah menggeliat kembali dan ada banyak perusahaan atau fasilitas publik yang membutuhkan tempat cuci tangan portable.

PAM Jaya sendiri sampai saat ini telah membuat wastafel portable di 100 lokasi berbeda di ibu kota.

Nikmatnya Harum Gurih Nasi Uduk Kebon Kacang Ibu Tati Puas Hati di Tanah Abang Jakarta Pusat

Soroti Konflik Antara Aurel Hermansyah dengan KD, Kak Seto Beri Pesan Menohok: Kita Juga Bisa Salah

PKS Tetap Buka Peluang Dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024 Meski Kini Saling Berseberangan

Hal ini dilalukan guna menjalankan protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19, di mana masyarakat diminta untuk rajin mencuci tangan.

"Untuk itu kami memasang titik cuci tangan wastafel portable di beberapa titik. Pengisian airnya pun dilalukan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin mencuci tangan," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved