Breaking News:

Persiapan New Normal di Jabodetabek

DPRD Kota Bekasi Sebut Kebijakan Buka Panti Pijat dan Hiburan Dianggap Terburu-buru

Dia menyarankan, tempat hiburan seperti klab malam, panti pijat, Spa dan sejenisnya tidak diperkanan beroperasi terlebih dahulu

Grafis Tribun Jakarta / esteticaavinyoandorra.com
ilustrasi pijat 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - DPRD Kota Bekasi menilai, kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi membolehkan panti pijat dan tempat hiburan dianggap terburu-buru.

Hal ini sampaikan Anggota DPRD Kota Bekasi dari PDI Perjuangan Nicodemus Godjang, Jumat, (12/6/2020).

"Jadi yang pertama Pemkot Bekasi terlalu buru-buru membuka THM (tempat hiburan malam) ini, seharusnya jangan dibuka dulu, karena itu sangat berbahaya sekali," kata Nico.

Dia menjelaskan, Pemkot Bekasi sebaiknya mengikuti skema adaptasi new normal secara bertahap sembari melakukan evaluasi.

"Ini kan harus perlahan-lahan misalkan restoran oke buka tetapi tetap protokol kesehatannya harus dijaga seperti jaga jarak antar pengunjung dan juga kapasitas pengunjung harus dijaga," jelasnya.

Dia menyarankan, tempat hiburan seperti klab malam, panti pijat, Spa dan sejenisnya tidak diperkanan beroperasi terlebih dahulu.

Terkait dengan pendapatan asli daerah (PAD) yang menurun drastis, Nico mengatakan, hal itu memang konsekuensi yang harus diterima sambil secara bertahap diperbaiki.

"Ditinjau ulang dan di tutup terlebih dahulu, kita juga tahu bersama PAD Kota Bekasi lagi anjlok, hotel, mal dan tempat makan dulu buka itu juga sudah bisa menggonjot PAD kembali," jelasnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menegur Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi terkait kebijakan tempat hiburan seperti Spa dan Panti Pijat beroperasi di masa adaptasi new normal.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved