Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Sang Istri Pedagang Martabak, Satu Keluarga Positif Covid-19 di Bekasi

Seluruhnya merupakan keluarga yang tinggal bedekatan dari pedagang martabak yang sudah lebih dulu dinyatakan positif.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ilustrasi Virus Corona atau Covid-19 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, MEDAN SATRIA - Pemerintah Kota (Pemkot) sejak sepekan terkahir menerapkan sumulasi adaptasi new normal, namun kasus baru penularan Covid-19 tetap terjadi.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, tren penularan virus corona di masa simulasi adaptasi new normal cenderung terjadi di lingkungan kecil rumah ke rumah.

"Di mal kita lakukan rapid, di tempat hiburan kita lakukan rapid, belum ditemukan kluster baru dari yang kita lakukan simulasi (adaptasi new normal)," kata Rahmat.

"Kluster atau kasus baru justru dari rumah ke rumah, seperti yang baru terjadi di Pejuang, itu ada tukang martabak kita tracking (telusuri) ada 7 orang (kasus baru)," jelasnya.

Camat Medan Satria Lia Erlina mengatakan, kasus yang terjadi di salah satu lingkungan kelurahannya itu memang benar terjadi.

Kronologis awal, kasus penularan Covid-19 ini bermula dari istri salah satu keluarga di Kelurahan Pejuang yang berprofesi sebagai pedagang martabak.

"Awalnya istrinya, dia sakit konsultasi ke dokter, dua kali konsultasi lalu dilakukan tes swab karena menujukkan gejala dan hasilnya positif," kata Lia saat dikonfirmasi, Jumat, (12/6/2020).

Dari situ, pihaknya langsung melakukan kordinasi kepada tim medis Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk melakukan penelurusan orang-orang terdekat yang berkontak langsung.

"Kita lakukan protokoler, suaminya karena dia memang yang terdekat, kebetulan memang profesinya sebagai pedagang martabak, dia juga positif" ungkap Lia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved