Antisipasi Virus Corona di DKI

Politisi PSI Minta Anies Beri Bantuan Pedagang Pasar Positif Covid-19

Usulan ini disampaikan Eneng setelah adanya penolakan rapid test dari sejumlah pedagang yang berjualan di Pasar Rawa Bunga, Jakarta Timur.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Suasana swab test para pedagang di Pasar Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (12/6/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Politisi PSI Eneng Malianasari meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan kompensasi bagi pedagang pasar yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Tujuannya, agar para pedagang beserta keluarganya dapat bertahan selama masa karantina.

“Seharusnya pedagang diberi kompensasi, minimal bansos makanan ataupun uang tunai sehingga mereka bisa tenang karantina di rumah dan tidak curi-curi berjualan di tempat lain,” ucapnya, Senin (15/6/2020).

Usulan ini disampaikan Eneng setelah adanya penolakan rapid test dari sejumlah pedagang yang berjualan di Pasar Rawabunga, Jakarta Timur.

Adapun penolakan ini disebabkan oleh adanya ketakutan dari para pedagang yang kemungkinan tidak dapat berjualan lagi akibat penutupan pasar.

Penutupan pasar sendiri dilakukan apabila ada pedagang yang dinyatakan positif terpapar Covid-19.

“Sudah mulai ada penolakan untuk rapid test karena pedagang pasar takut kehilangan penghasilan,” ujarnya.

Selain memberikan bantuan berupa bansos makanan atau uang tunai, Eneng menilai, bantuan juga bisa diberikan dengan memberi keringanan atau bahkan menghapuskan biaya pengelolaan pasar (BPP), tarif kompensasi lahan, dan biaya listrik bagi pedagang jika pasar ditutup akibat pandemi Covid-19.

“Jangan sampai pedagang jutru terbebani di masa trsnsisi ini. Mereka harus melawan virus di tubuh mereka, tapi pada saat bersamaan ada tagihan yang harus tetap mereka bayar,” kata Eneng.

“Ini bisa jadi beban ganda karena penghasilan mereka nol,” sambungnya.

Sebelumnya, Dirut Pasar Jaya Arief Nasruddin mengatakan, sebanyak 52 orang pedagang yang melapak di 6 pasar tradisional terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan Covid-19 yang dilakukan di 19 pasar tradisional sehak bulan April lalu.

"Total terpapar sebanyak 52 orang yang ditemukan di 6 pasar. Selebihnya yang 10 pasar masih menunggu hasil dan 3 pasar dinyatakan negatif dari pengecekan," ucap Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin, Kamis (11/6/2020).

Sementara itu, Ketua Bidang Infokom Ikappi Reynaldi Sarijowan mengatakan, satu dari puluhan pedagang yang terpapar Covid-19 itu meninggal dunia.

"Satu meninggal, pedagang di Pasar Mester, Jatinegara," kata Reynaldi.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved