Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Wakil Wali Kota Bekasi Dukung Sosialisasi Penumpang KRL Gunakan Baju Lengan Panjang

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mendukung sosialisasi penumpang KRL menggunakan baju lengan panjang upaya pencegahan penyebaran virus corona.

ISTIMEWA
Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat meninjau Stasiun Bekasi, Senin, (15/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mendukung sosialisasi penumpang KRL menggunakan baju lengan panjang, hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona.

Tri saat meninjau Stasiun Bekasi, Senin, (15/6/2020) melihat langsung antrian penumpang yang hendak menuju Jakarta menggunakan moda trasportasi Kereta Rel Listrik (KRL).

"Saya apreasiasi kepada kepala stasiun yang turut ikut sosialisasi penggunaan penumpang dengan (baju) tangan panjang dan juga diupayakan menggunakan sarung tangan," kata Tri di Stasiun Bekasi.

Sejauh ini menurut dia, antrian yang terjadi di Stasiun Bekasi cukup kondusif meski terjadi penumpukan penumpang karena adanya kebijakan pembatasan kapasitas.

24 RW Zona Merah di Kota Tangerang Bakal Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Lokal

Dia menilai, masih ada beberapa elemen yang harus diperbaiki diantaranya keberadaan parkir kendaraan yang kurang rapi.

"Ketertiban optimalisasi dari pada atrian yang ada, tentunya harus ada beberapa yang harus diperbaiki," ungkapnya.

"Terkait dengan masih adanya parkir yang dilakukan oleh pengguna kereta api yang sembarang sehingga mengganggu proses atrian yang ada," tegasnya.

Hendropriyono Sebut Sultan Hamid II Tak Layak Jadi Pahlawan Nasional, Ini Profil Perancang Garuda

Untuk diketahui, pengelola stasiun membatasi kapasitas penumpang di dalam area tunggu kereta atau peron sebanyak 250 orang.

Sisanya, penumpang akan dipersilahkan antre di area sebelum masuk ke dalam peron stasiun.

"Kita batasi sebanyak 250 orang dan itu sudah sesuai dengan tanda-tanda yang sudah kita siapkan di dalam," ungkap Tri.

Pesawat TNI AU Jatuh: Terbakar di Udara, Pilot Bisa Jalan ke Ambulans, Ini Kesaksian Warga

Dia menghimbau, warga pengguna kereta tidak perlu khawatir. Mereka ketita sudah masuk dan antrian pasti akan mendapatkan kereta, hanya saja perlu waktu.

"Jadi gak perlu harus berebut dan ini membutuhkan waktu ya, satu gerbong 74 penumpang jadi memang itu 250 (kapasitas antrian di dalam) peron," ungkapnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved