Jakarta Terapkan PSBB Transisi

Wanita Pelanggar PSBB Jijik Saat Jalani Sanksi Sosial, Satpo PP: Sempat Diajari Cara Menyapu

Aksi pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) masa transisi di depan Pasar Taman Aries, Kembangan, Jakarta Barat jadi tontonan dan viral.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Suharno
Wanita Pelanggar PSBB Jijik Saat Jalani Sanksi Sosial, Satpo PP: Sempat Diajari Cara Menyapu
Dok Satpol PP Jakarta Barat
Wanita pelanggar PSBB yang jijik saat disuruh menyapu jalanan.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Aksi pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) masa transisi di depan Pasar Taman Aries, Kembangan, Jakarta Barat jadi tontonan dan viral.

Hal itu karena wanita tersebut terlihat jijik saat menjalani hukumannya menyapu jalan.

Selain gayanya memegang sapu yang terlihat aneh, dia juga jijik saat harus memegang serokan tanpa gagang.

Bahkan dia malah sempat menggunakan kaki untuk menggerakan serokan. 

Tak hanya itu, wanita itu juga sampai mengangkat satu kakinya saat daun yang disapunya hampir mengenai kakinya.

Keluarganya Tak Dapat Bantuan Sosial, Sang Anak Bertanya ke Ketua RT: Belum Bayar Iuran Sampah

Aksinya itu pun membuat seorang yang merekam peristiwa itu geram dan menanyakan kenapa wanita itu malah memilih sanksi sosial ketimbang membayar denda.

"Mba, tadi mah harusnya denda aja, enggak perlu jijik jadinya," tanya sang perekam.

Siswi SMP Tewas saat Main TikTok Karena Kesetrum, Bangunan Rumah dengan Kabel Listrik Terlalu Dekat

Namun, wanita tersebut tak menjawab pertanyaan itu. 

Dengan tatapan yang tetap ke arah daun yang disapunya, dia malah menjawab bahwa dirinya tidak pernah menyapu.

Kasie Operasional Satpol PP Jakarta Barat, Ivand Sigiro menyebut pihaknya sebelumnya sudah memberikan dua pilihan kepada wanita itu, yakni ingin membayar denda Rp 250.000 atau menjalani sanksi sosial.

Tak Mau Bayar Denda, Wanita Pelanggar PSBB di Jakarta Barat Malah Jijik Saat Disuruh Menyapu Jalan

"Tapi ibu itu pilih kerja sosial dan beliau bilang rugi kalau denda administrasi Rp 250 ribu," kata Ivand saat dikonfirmasi TribunJakarta.com, Selasa (16/6/2020).

Ivand menjelaskan bahwa wanita itu adalah pengendara mobil yang diberhentikan pihaknya saat menggelar operasi di depan Pasar Taman Aries karena tak mengenakan masker.

"Saat kita berhentikan agar pakai masker, ternyata ibu itu tidak ada masker makanya kami berikan dua pilihan, apakah mau bayar denda apa jalani sanksi sosial," kata Ivand.

Ada Kuburan di Tengah Gang, Jalanan di Pisangan Tetap Ramai, Abdel: Itu Deket Rumah Gue

Ivand mengakui bahwa wanita itu cukup rewel saat diminta jalani hukuman menyapu jalan.

Bahkan, wanita itu sempat menolak mengenakan rompi oranye bertuliskan pelanggar PSBB yang wajib digunakan selama menjalani sanksi sosial.

Pun soal gaya menyapu ibu itu yang terkesan aneh dan kaku, Ivand mengatakan bila anggotanya sempat mengajari wanita itu cara menyapu.

Direktur Teknik PSSI Komentari Debut Witan Sulaeman Bersama FK Radnik Surdulica di Liga Serbia

"Tapi beliau kayaknya tidak pernah  nyapu di rumahnya. Kita ajarin nyapu biar jangan seperti main-main, tp emang mungkin udah gaya orangnya begitu,ya udah kita awasi saja," kata Ivand.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved