Breaking News:

Persita Tangerang

Liga 1 2020 Terhenti Karena Covid-19, Gelandang Persita Tangerang Cerita Cara Biayai Keluarganya

Gelandang Persita Tangerang Redi Rusmawan bercerita tentang cara mencukupi kebutuhan keluarganya selama Liga 1 2020 terhenti.

WARTA KOTA/RAFSANZANI SIMANJORANG
Gelandang Persita Tangerang, Redi Rusmawan (kiri) bersama dengan Raphael Maitimo (kanan). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Gelandang Persita Tangerang Redi Rusmawan bercerita tentang cara mencukupi kebutuhan keluarganya selama Liga 1 2020 terhenti.

Masih tertundanya kompetisi Liga 1 2020 tentunya memperpanjang masa pemotongan gaji pemain.

Tak banyak yang bisa dilakukan para pemain untuk menambah pemasukan di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Selain dituntut untuk menjaga kebugaran, aktivitas di luar rumah juga masih begitu terbatas.

Ketua RT Tewas Ditusuk Seorang Warganya yang Sebal, Ternyata Pernah Tegur Pelaku yang Langgar PSBB

Namun, bukan berarti pemain kehilangan segala sumber pemasukan.

Selain mengandalkan jasa endorse, pemain juga dapat memanfaatkan usaha rumahan atau jasa lainnya untuk sekedar mendapat uang masuk.

Redi Rusmawan misalnya, gelandang serang Persita Tangerang ini turut membantu usaha produksi sendal milik orang tuanya.

Beredar Jadwal Tes SKB CPNS 2019 Digelar Tanggal 10 Agustus, BKN Sebut Hoaks dan Tak Ada CPNS 2020

"Bicara soal ekonomi saya memang mengandalkan tabungan dan hasil dari membantu usaha orang tua produksi sendal," buka pemain asal Bogor ini kepada Warta Kota, Selasa (16/6/2020) malam kemarin.

Ia mengatakan usaha sendal tersebut merupakan usaha orang tuanya sejak 30 tahun silam yang hingga kini masih berjalan.

Untuk sekali pengiriman ke grosir, biasanya keluarganya butuh waktu satu minggu untuk produksi.

Bek Persija Jakarta Otavio Dutra Akan Berbagi Kisah Hidup Bareng @superball.live, Jumat 19 Juni 2020

"Sendal yang kami produksi adalah sendal untul cewek," tambah pemain berusia 23 tahun ini.

Ia menjelaskan walaupun produksi dan pengirimannya di kawasan Bogor, tetapi pesanan sendal yang di produksi adalah pesanan dari luar daerah.

Untuk bahan pembuatan sendal sendiri tak perlu mengimpor dari daerah lain karena area tempat tinggalnya memang tempat memproduksi sendal maupun sepatu.

Berikut Tahapan Pendaftaran PPDB DKI Jakarta dan Tahapan Pengajuan Cetak PIN atau Token

"Disini memang seperti home industri ya, dan mayoritas masyarakat memiliki pekerjaan yang sama, jadi rata-rata produksi sendal dan sepatu," tutupnya. (m21)

Editor: Suharno
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved