Timnas
Shin Tae-yong Kritik Peras PSSI: Visi Berubah, Sulit Maju, dan Gaji Telat Dibayar
Shin Tae-yong juga menyinggung Indonesia yang tak setia pada visi dan misi yang sudah disepakati
Penulis: Erik Sinaga 2 | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM- PSSI mendapat kritikan tajam dari pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.
Shin Tae-yong menilai PSSI tidak terlalu memfokuskan diri pada sepak bola. Secara spesifik dua juga menyebut Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan tidak mendukung dirinya sepenuhnya.
Kata Shin, fakta di lapangan tidak sesuai dengan kesepakatan yang telah dijalin. Shin juga melontarkan kritikan kepada Indra Sjafrie. Simak selengkapnya:
1. Visi PSSI berubah dalam 6 bulan
Shin Tae-yong: Baru 6 Bulan, Visi dan Misi PSSI Sudah Berubah!
Shin Tae-yong menganggap PSSI tidak konsisten dalam mencapai visi dan misinya.
Shin Tae-yong blak-blakan dalam menyatakan kekecewaannya kepada PSSI dalam sebuah interview dengan media Korea Selatan, Naver Sports, pada Rabu (17/6/2020).
Pelatih asal Korea Selatan tersebut menjabat pelatih timnas Indonesia sejak akhir Desember 2019 lalu.
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan saat itu juga memberi dukungan kepada Shin untuk bersama-sama membangun sepak bola Indonesia dari akarnya, ketimbang bicara hasil dan prestasi secara intan.
Shin Tae-yong juga dijanjikan akan mendapat dukungan penuh dari PSSI untuk mencapai visi dan misi membangun sepak bola Indonesia.
Akan tetapi, kini setelah 6 bulan bekerja sama dengan PSSI, Shin merasakan bahwa visi dan misi yang sedari awal dirancang mulai berubah.
"Saya disuruh membawa prestasi di atas empat besar (semifinal) di Piala Asia U-19 yang akan dibuka di Uzbekistan pada bulan Oktober tahun ini," ujar Shin Tae-yong.
"Menantikan juga juara di Piala AFF. Dan untuk Piala Dunia U-20 yang tuan rumahnya Indonesia, lolos dari grup sampai masuk empat besar (semifinal). Jadi saya tanya apa kalian tahu Indonesia berapa peringkat FIFA? Langsung saya jawab peringkat FIFA Indonesia adalah 173," ujarnya.
Shin Tae-yong juga menyinggung Indonesia yang tak setia pada visi dan misi yang sudah disepakati dengan sejumlah keputusan yang dibuat oleh PSSI.
“Ketua Umum PSSI, Mochamad Irawan mengatakan ingin memberi dukungan penuh terhadap program saya pada awal kontrak di wawancara media lokal."
"Maka dari itu saya memilih tantangan ini karena tertarik visi dan kemampuannya. Untuk itu, kami harus bergerak secara bertahap. Tetapi sikapnya berubah padahal di awal seperti ingin (dia) memberi dukungan penuh,"ujarnya.
2. Timnas Indonesia Sulit Maju karena PSSI Tidak Transparan
Shin Tae-yong, menilai bahwa penyebab timnas Indonesia sulit maju karena PSSI tidak transparan pada masyarakat.
Shin Tae-yong sendiri tidak ingin menjelaskan secara detail bagaimana sebenarnya perubahan sikap yang ditunjukkan oleh Mochamad Iriawan.
Akan tetapi, dia menegaskan bahwa PSSI seharusnya fokus pada persoalan sepak bola jika ingin timnas Indonesia bisa berprestasi di kancah internasional.
Shin Tae-yong pun menilai bahwa selama ini sepak bola nasional sulit menunjukkan kemajuan karena kurang adanya transparansi dari federasi.
“Saya tidak ingin bicarakan banyak tentang hal itu. Tetapi PSSI harus fokus kepada sepakbola," tutur Shin Tae-yong.
"Negara-negara yang sepak bolanya maju itu masyarakat lebih mengetahui tentang federasi secara transparan," katanya lagi.
3. PSSI bentuk tim

Pelaksana tugas (plt) Sekjen PSSI, Yunus Nusi, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah membentuk tim khusus yang akan menghubungi Shin Tae-yong untuk mengonfirmasi berita tentang kritiknya yang beredar luas.
Yunus Nusi, menegaskan pihaknya tidak akan memberi tanggapan apapun.
Menurut Yunus, selama berita tersebut tidak disampaikan langsung oleh Shin Tae-yong atau agensinya kepada PSSI, maka mereka tidak akan memberikan satu pun jawaban.
"Untuk berita-berita di media, selama itu bukan dari Shin Tae-yong ataupun agensinya kami tidak akan menanggapi," ucap Yunus Nusi kepada awak media.
"Selama ini komunikasi dengan kami belum ada statement-statement itu ke federasi," tambahnya.
Selanjutnya, tim ini bertugas untuk mengonfirmasi kebenaran berita tersebut sembari mengonfirmasi secara langsung kepada Shin Tae-yong tentang pernyataannya.
"Kami sudah menanyakan konfirmasi apakah benar statement itu siapa tau di Korea sana kan nggak tahu berita atau media yang mana apalagi bahasanya Korea," tutur Yunus Nusi.
"Kami nggak tahu apakah itu langsung dari Shin Tae-yong maka kami tidak akan mengklarifikasi selama belum ada statement langsung dari Shin Tae-yong kepada federasi."
"Setelah ini kami langsung serahkan kepada tim ada timnya yang menangani. Tim ini akan langsung tanyakan ke Shin Tae-yong tentang berita-berita itu yg terjadi di Korea," katanya.
4. Bicara terkait keterlambatan gaji
Meski sudah terbayarkan gajinya, Shin Tae-yong menyebut kalau haknya tersebut dipangkas dengan alasan pandmi virus corona.
Namun, mantan juru taktik timnas Korea Selatan itu memahami karena situasi pandemi.
"Memang gaji dipotong 50 persen, tetapi bisa mengerti karena keadaan COVID-19," kata Shin Tae-yong seperti dilansir oleh BolaSport.com dari Naver Sports, 18 Juni 2020.
• Rindu Anak, Seorang PSK Culik Anak Kecil: Dibawa Melayani Tamu, Diperlakukan Begini Jika Tak Menurut
• Tangani Perkara Petinggi Sunda Empire, Jaksa Buat Pengakuan: Baru Kali Ini Dakwaannya Seunik Ini
• Sebelum Tewas Diduga Bunuh Diri, Pemuda Asal Serpong Tangsel Hendak Melamar Kerja
Padahal, Shin Tae-yong secara pribadi telah menyumbang 20.000 USD atau sekitar 280 juta rupiah untuk membantu penanganan virus corona di Indonesia.
Pelatih berusia 51 tahun tersebut menjelaskan gaji yang dibayarkannya 50 persen itu, beberapa ada yang mengalami keterlambatan pembayaran.
"Gaji bulan April terlambat setengah bulan, gaji bulan Mei terlambat 10 hari, gaji bulan Juni tepat waktu," ujar Shin Tae-yong. (Bolasport)