VDNI Angkat Bicara Soal Visa Kedatangan 500 TKA Asal China ke Sultra

Indrayanto menyampaikan bahwa perusahaan sangat serius dan hati-hati dalam memenuhi prosedur mendatangkan 500 TKA China

Dok DITJEN IMIGRASI
Ilustrasi tenaga kerja asing 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - External Affair Manager PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), Indrayanto angkat bicara soal tudingan Ketua DPRD, Abdurrahman Saleh yang mempersoalkan visa kedatangan 500 TKA China yang direncanakan akan bekerja di Kawasan Industri Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara akhir Juni ini.

Indrayanto menyampaikan bahwa perusahaan sangat serius dan hati-hati dalam memenuhi prosedur mendatangkan 500 TKA China yang direncanakan akan datang secara bertahap.

“Mereka (TKA China) adalah tenaga ahli yang sudah mendapatkan RPTKA (Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing) dari Kemenaker, persetujuan telex visa dari Dirjen Imigrasi, dan menggunakan visa 312 (kerja) bukan 211 (kunjungan) seperti yang dituduhkan,” tutur Indrayanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/6/2020).

43 Calon Tenaga Kerja Asing Asal China Ditolak Kedatangannya di Bandara Soekarno-Hatta

Bantu Mobilisasi Tenaga Kerja di Indonesia, AirAsia Berangkatkan 90 Tenaga Kerja ke Berau

Lebih lanjut Indrayanto menjelaskan bahwa 500 TKA China yang akan didatangkan secara bertahap adalah tenaga kerja kontraktor yang bertugas untuk memasang alat untuk pengerjaan smelter nikel.

Setelah itu, alat tersebut akan dioperasikan oleh tenaga kerja Indonesia yang sebelumnya sudah disekolahkan ke China.

“Kontraktor dari China ini punya skill tersendiri, mereka para ahli ini juga akan memberi petunjuk tentang bagaimana mengoperasikan dan bagaimana menghemat listrik. Nantinya 500 TKA ini akan kembali setelah 3 bulan, paling lama 6 bulan sesudah selesai pemasangan alatnya,” jelas Indrayanto.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved