Update Penangkapan Buronan FBI

Jadi ART Buronan FBI, Nurbaiti Ungkap Ketakutannya: Kalau Dipanggil di Atas Jam 9, Datangnya Berdua

Seorang buronan FBI atau Federal Bureau of Investigation yakni Russ Albert Medlin ditangkap Polda Metro Jaya di Jakarta Selatan.

Kolase TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Kediaman yang disewa buronan FBI, Russ Albert Medlin di Jalan Brawijaya VIII/N, Kelurahan Pulo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2020). Polisi menangkap Medlin pada Minggu (14/6/2020) malam. (Inset) Medlin saat dihadirkan di Polda Metro Jaya, Selasa (16/6/2020), dalam kasus prostitusi anak. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Seorang buronan FBI atau Federal Bureau of Investigation yakni Russ Albert Medlin ditangkap Polda Metro Jaya di Jakarta Selatan.

Pemimpin BitClub Network itu merupakan buronan FBI dalam kasus kejahatan seksual dan penipuan investasi senilai hingga Rp 10,8 triliun.

Berdasarkan catatan kriminal negara bagian Nevada, Amerika Serikat, Medlin berstatus terpidana dua kasus kejahatan seksual pada 2005 dan 2008.

TONTON JUGA

Diwartakan TribunJakarta.com Russ Albert Medlin ditangkap tepatnya di rumah sewaannya di Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru.

Di rumah itu Russ Albert Medlin tinggal dengan dua pembantu perempuan, satu di antaranya Nurbaiti yang baru bekerja seminggu.

Kepada TribunJakarta.com, Nurbaiti mengatakan hampir setiap malam dibayangi ketakutan.

Namun mulanya Nurbaiti menceritakan, hampir setiap hari melihat ada saja ABG perempuan berbeda bertamu untuk menemui majikannya itu.

"Itu setiap hari. Paling kecil umurnya 15 tahun, paling gede 22 tahun," cerita Nurbaiti.

Penyiram Air Keras Dituntut 1 Tahun Bui, Novel Baswedan Beberkan Keganjilan: Lebih Baik Lepaskan

TONTON JUGA

Datangnya mereka tak selalu bersamaan. Ada yang bertamu pukul 17.00 WIB lalu keluarnya Isya, ada juga yang tiba pukul 22.00 WIB.

"Mereka kayak menjual diri begitu yang saya tahu, meski saya baru seminggu kerja di sini. Mereka naik taksi online," bebernya.

Nurbaiti pernah memperhatikan di antara para ABG perempuan yang disewa Medlin, ada yang sampai menginap sampai tiga hari.

Tak cukup puas menyewa PSK ABG, Medlin pernah mengajak pembantunya untuk berhubungan badan namun ditolak mentah-mentah.

Paula Ingin Pindah Rumah Karena Sering Diganggu Orang, Baim Wong Kaget Dengar Ini: Serem Amat!

Informasi itu TribunJakarta.com dapatkan dari penuturan Widyo berdasar pengakuan salah satu pembantu.

Perilaku tak waras Medlin yang demikian membuat Nurbaiti takut, karena ia berpotensi menjadi korban berikutnya.

Saking was-wasnya, ia selalu meminta ditemani pembantu lain ketika Medlin memanggilnya di atas pukul 21.00 WIB.

"Pokoknya kalau dipanggil di atas jam 9 malam, datangnya harus berdua. Walaupun yang dipanggil satu orang, datangnya tetap berdua karena takut," imbuh Nurbaiti.

Bintang Emon Bahas Kasus Novel Baswedan, Indro Warkop Beri Tanggapan Bijak

Bahkan, Nurbaiti harus tetap waspada ketika hendak tidur.

Ia lebih dulu memastikan pintu kamarnya terkunci rapat.

"Kalau istirahat malam, semua pintu yang mengarah ke kamar dikunci. Takut saja, takut ada yang masuk," kata dia.

Setelah kasus ini terbongkar, salah satu pembantu memutuskan kembali ke yayasan penyalur asisten rumah tangga.

Tanggapi Bintang Emon yang Bahas Kasus Novel Baswedan, Indro Warkop: Saya Anggap yang Gak Suka Wajar

Sementara itu penangkapan Russ Albert Medlin di Indonesia bermula saat kepolisian mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya anak perempuan keluar-masuk dari dalam rumah Russ Albert.

"Di tempat tinggal tersangka yang beralamat dijalan Brawijaya, Kebayoran baru Jakarta Selatan sering terlihat tamu anak perempuan yang keluar masuk rumah tersebut dengan ciri-ciri fisik berbadan mungil dan pendek yang Diperkirakan masih remaja (belum dewasa)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Selasa (16/6/2020).

Pada Minggu (14/6/2020), kepolisian langsung menanyakan tiga orang anak perempuan yang baru keluar dari rumah pelaku.

Dari wawancara itu, diketahui mereka usai mendapatkan kejahatan seksual dari pelaku.

Niat Pindah Karena Kerap Diganggu, Baim Wong dan Paula Kaget Dengar Kesaksian Tetangga di Rumah Baru

"Ketiga perempuan yang diperkirakan masih usia anak (dibawah 18 tahun, Red) dan berdasarkan pengakuan bahwa mereka disetubuhi oleh pelaku. 2 orang diantaranya adalah anak yang masih berusia 15 tahun dan 17 tahun (belum dewasa)," jelasnya.

Mendengar pernyataan ketiga bocah tersebut, kepolisian pun menggeledah rumah pelaku dan menemukan Russ Albert di dalam rumah tersebut.

Modus operandi yang dilakukan Russ dengan meminta dicarikan perempuan di bawah umur kepada seorang mucikari berinisial A (20).

"Modus Operandi pelaku RAM, meminta dicarikan perempuan yang masih anak dibawah umur kepada tersangka A, perempuan, sekitar usia 20 tahun,warga negara Indonesia melalui pesan Whatsapp, kemudian tersangka A mengenalkan dengan anak korban atas nama SS yang masih berusia 15 tahun," bebernya.

Tak lama kemudian, pelaku berkomunikasi dengan SS untuk diajak berkencan. Dia pun meminta SS mengajak teman-temanya ke rumahnya.

"RAM meminta kepada anak korban SS untuk mengajak teman-temannya jika anak korban memenuhi keinginan RAM, maka anak korban SS dan 2 orang temannya yaitu anak korban LF dan TR akan diberikan imbalan uang masing-masing sebesar Rp 2 juta," pungkasnya.

Rekam Adegan Seksual

Tidak hanya lakukan kejahatan seksual, buronan FBI Russ Albert juga merekam adegan tersebut dengan kamera handphone.

Demikian disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus dalam keterangannya dalam rilis pengungkapan kasus Russ Albert Medlin pada Selasa (16/6/2020).

Menurut Yusri, pihaknya mengetahui hal tersebut usai mewawancarai ketiga korban pelecehan seksual di bawah umur oleh pelaku.

"Berdasarkan keterangan para anak korban saat mereka melakukan hubungan layaknya suami istri, Pelaku merekam video menggunakan HP pelaku dan meminta bantuan salah satu anak korban untuk memegang HP pelaku sementara pelaku melakukan hubungan layaknya suami istri," kata Yusri.

Lebih lanjut, Yusri mengatakan pelaku selalu merekam dan menyimpan adegan bejatnya di ponsel pribadinya kepada setiap korbannya.

"Pelaku menyimpan material video dan gambar dengan objek anak sebagai korban seksual," pungkasnya.

Tak hanya itu, Yusri menuturkan korbannya juga kerap diteror untuk dicarikan anak perempuan di bawah umur untuk melayani nafsunya. Pelaku pun akan menjanjikan sejumlah uang kepada korbannya.

"Berdasarkan keterangan para anak korban, bahwa pelaku sering meminta dicarikan anak perempuan dengan ukuran badan kecil dengan menjanjikan sejumlah uang. Pelaku juga sering meminta para anak korban untuk mengirim foto dan video para anak korban melalui Whatsapp," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved