Breaking News:

Kowani: Harus Ada Perhatian Serius Lindungi Perempuan dan Anak dari Jerat Radikalisme

Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr Giwo Rubianto Wiyogo meningatkan kaum wanita supaya tidak mudah percaya dan dipengaruhi dengan hoaks.

ISTIMEWA
Webinar Perkembangan & Pencegahan Radikalisme di Kalangan Perempuan Indonesia di Jakarta, Kamis (18/6/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr Giwo Rubianto Wiyogo meningatkan kaum wanita supaya tidak mudah percaya dan dipengaruhi dengan informasi atau berita bohong.

Menurutnya, korban  hoaks rentan terjerumus dalam jeratan terorisme.

"Paham radikalisme dan terorisme menyebarkan pengaruhnya melalui online dan offline . Secara online melalui media sosial (Facebook, Twitter dan Instagram), yang diakses melalui gawai yang telah menjadi bagian keseharian kita," kata Giwo dalam webinar "Perkembangan dan Pencegahan Radikalisme di Kalangan Perempuan Indonesia" di Jakarta, Kamis (18/6/2020).

Dirinya menjelaskann, perempuan sendiri seringkali mudah dipengaruhi, mudah percaya kepada informasi-informasi dan hoaks, sehingga mudah terjerumus dalam jeratan terorisme.

Giwo menjelaskan, saat ini aksi terorisme bukan hanya dilakukan oleh laki-laki, namun juga kaum perempuan.

Beberapa tahun belakangan, terdapat tren perempuan menjadi sasaran organisasi ekstremis (teroris) yang memanfaatkan posisi perempuan sebagai penggerak di garis depan, propagandis, dan perekrut.

Dia menilai, perempuan menjadi sasaran rekrumen karena dianggap lebih mudah gerakannya dibandingkan dengan laki-laki.

"Tidak heran jika belakangan ini kita sering mendengar perempuan dan anak dipaksa melakukan aksi bom bunuh diri, seperti dalam beberapa kasus yang terjadi beberapa waktu lalu. Contohnya, kasus bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo pada Mei 2018, ada tiga perempuan yang terlibat dalam aksi itu. Beberapa perempuan muda menjadi korban, mereka dijadikan istri oleh jaringan teroris dengan tujuan untuk aksi terorisme," paparnya.

Giwo menjelaskan, pelibatan perempuan dan anak dalam ekstremisme kekerasan menjadi salah satu isu yang mengkhawatirkan dan perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.

Pasalnya, perempuan memiliki peran yang cukup kompleks dalam pusaran ekstremisme dan radikalisme.

Halaman
123
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved