Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangsel

Terjaring Patroli PSBB, Sejumlah Pemuda Pamulang Ketahuan Tidak Hafal Pancasila

Sebanyak lima pemuda yang tengah asyik nongkrong di sebuah Kafe di Jalan Setiabudi, Pamulang, Tangsel, terjaring patroli PSBB.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Lima pemuda terjaring patroli Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena tidak mengenakan masker, di bilangan Jalan Setiabudi, Pamulang, Tangsel, Kamis malam (18/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Sebanyak lima pemuda yang tengah asyik nongkrong di sebuah Kafe di Jalan Setiabudi, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), terjaring patroli Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Patroli PSBB dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan kepolisian, Kamis (18/6/2020) malam.

Dari sekira 20-an pengunjung kafe, lima pemuda itu tidak mengenakan masker.

Lima pemuda terjaring patroli Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena tidak mengenakan masker, di bilangan Jalan Setiabudi, Pamulang, Tangsel, Kamis malam (18/6/2020).
Lima pemuda terjaring patroli Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena tidak mengenakan masker, di bilangan Jalan Setiabudi, Pamulang, Tangsel, Kamis malam (18/6/2020). (TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir)

Petugas Satpol PP pun menghukum mereka mengenakan rompi oranye bertuliskan "Pelanggar PSBB".

Tak hanya itu, mereka juga diminta berbaris lurus dan menyebutkan satu per satu butir Pancasila secara bersama-sama.

Saat penyebutan sila keempat, salah satu pemuda itu ada yang tidak hafal dan salah berucap.

"Kalau ada yang tidak hafal, ulang dari awal," ujar Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian Satpol PP Tangsel, Taufik Wahidin.

Setelah mengulang kedua kali, mereka berhasil menyebutkan secara lancar Pancasila.

Baim Wong Tanya Kapan Balita yang Tenggorokannya Dibolongi Sembuh, Jawaban Sang Ibu Buat Tertegun

Amalan Sunnah Ini Dapat Menjemput Keberkahan di Hari Jumat, Baca Surat Al- Kahfi hingga Banyak Zikir

Taufik mengatakan, penyebutan Pancasila merupakan sanksi sosial yang diharapkan bisa memberikan efek jera sehingga mau menaati protokol kesehatan atau penerapan PSBB.

"Itu sebagai sanksi sosial kepada pelanggar yang tidak membawa masker, kita berikan sanksitadi seperti itu, membaca pancasila menyanyikan Indonesia Raya, sebagai sanksi sosial kepada mereka, biar mereka terkenang kita memberikan sanksi kepada mereka," ujarnya.

Diketahui, PSBB di Tangsel sudah memasuki fase ke lima, mulai dari Senin (15/6/2020) lalu, sampai Minggu (16/6/2020).

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved