Breaking News:

Jasad 2 Bocah di Parit Tewas di Tangan Ayah Tiri, Ayah Kandung: Kenapa Setega Itu Gegara Es Krim

Temuan dua jasad bocah bernama Ikhsan Fatahilah (10) dan Rafa Anggara (5) di parit sekolah Global Prima. Mereka tewas diduga oleh ayah tirinya.

Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Siti Nawiroh
Pixabay.com/ Free-Photos
Ilustrasi anak-anak 

TRIBUNJAKARTA.COM, MEDAN - Temuan dua jasad bocah bernama Ikhsan Fatahilah (10) dan Rafa Anggara (5) di parit sekolah Global Prima, Jalan Brigjen Katamso membuat heboh, Minggu (21/6/2020).

Kedua bocah tersebut merupakan warga Jalan Brigjen Katamso, Gang Satria, Kecamatan Medan Kota.

Diduga kedua bocah itu tewas di tangan ayah tiri.

Persoalan dipicu permintaan keduanya meminta uang jajan untuk membeli es krim.

Kedua korban mendatangi ayah tirinya meminta uang jajan untuk membeli es krim.

Petugas kepolisian Polsek Medan Kota dan Polrestabes Medan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kematian keduanya.

Kapolsek Medan Kota Kompol Rikki Ramadhan yang dikonfirmasi Tr ibun Medan mengatakan, saat ini sedang dilakukan full baket dan sedang didalami.

"Kami masih kerja di lapangan. Belum tahu. Nanti kalau sudah ada perkembangan kita sampaikan," ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Ilustrasi mayat
Ilustrasi mayat (net)

Dikutip dari TribunMedan, penemuan kedua mayat tersebut berawal dari pesan WhatsApp yang diterima Fathulzanah yang merupakan ibu kandung kedua jenazah dari suaminya bernama Rahmadsyah.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun Tribun Medan, pelaku yang merupakan ayah tiri korban, diduga mengakui perbuatannya dengan dugaan pembunuhan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved