Breaking News:

Antisipasi DBD, Warga Kampung Pulo Desa Sumber Jaya Bekasi Lakukan Fogging

Fogging atau pengasapan ini dilakukan agar membunuh jentik nyamuk memasuki fase pancaroba.

TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Warga lakukan fogging guna mengantisipasi penyebaran DBD di lingkungan RW35, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi, Senin, (22/6/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBUN SELATAN - Antisipasi penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD), warga pemukiman di Kampung Pulo, RW35, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi lakukan fogging.

Hasan Bejo pemimpin lingkungan setempat mengatakan, kegiatan fogging atau pengasapan ini dilakukan agar membunuh jentik nyamuk memasuki fase pancaroba.

"Kita lakukan karena ini sudah masuk pancaroba, kadang hujan masih turun tapi kadang terik, takut muncul sarang nyamuk di genang-genangan yang enggak kita ketahui," kata Bejo, Senin, (22/6/2020).

Kasus DBD di lingkungan tempat tinggalnya, sejauh ini memang belum dilaporkan menyerang salah satu warga.

Tetapi, hampir setiap tahun, kasus DBD khususnya di RW35 masih menjadi momok yang cukup mengkhawatirkan.

"Hampir setiap tahun karena penyakit DBD ini sulit ya dihilangkan, makanya kita lakukan fogging supaya ada antisipasi," ungkap dia.

Adapun kegiatan fogging kali ini, pihaknya bekerja sama dengan salah satu produk kesehatan Fatigon.

"Tahun ini Alhamdulillah dapat bantuan fogging dari Fatigon, biasanya kita kalau melakukan fogging menggunakan kas RT atau meminta ke Dinas Kesehatan," ucapnya.

Ristanto selaku perwakilan Fatigon mengatakan, kegiatan fogging kali ini merupakan bentuk partisipasi pihaknya dalam menjaga kesehatan lingkungan masyarakat.

"Tim menyasar bagian dalam dan luar rumah agar sarang dan jentik nyamuk benar benar mati," kata Ristanto.

Dia berharap, usai dilakukan fogging, warga harus tetap membiasakan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di permukiman masing-masing.

Sebab, upaya antisipasi penyebaran DBD harus dilakujan secara berkelanjutan dan menyeluruh.

HUT ke-493 Jakarta, Anggota DPRD DKI Kenneth: Pekerjaan Rumah Pak Anies Masih Banyak

Harap John Kei Tobat Bebas dari Nusakambangan, Nus Kei: Saya Percaya Tuhan, Suatu saat Dia Berubah

John Kei Terancam Hukuman Mati, Nus Kei Bersaksi di Makam Rekannya: Sampai Kapapun Saya Orangtuanya

"Masyarakat bisa mandiri memberantas sarang nyamuk mulai dari melakukan menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air," ucapnya.

"Kemudian menutup rapat tempat penampungan air, dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk," tutupnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved