Breaking News:

Maksimalkan Peran Atase Polri untuk Deteksi Dini Perangi Narkoba

penyelundupan sabu-sabu dari jaringan iternasional Iran yang diungkap penegak hukum setidaknya melebihi 1,6 ton.

KOMPAS.COM/BUDIYANTO
Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo (tengah) saat konferensi pers pengungkapan narkoba jenis sabu seberat 402 kilogram di Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (4/6/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Early warning system Indonesia dalam mengatasi penyelundupan narkoba dari kawasan Timur Tengah dipandang dapat memaksimalkan dengan keberadaan atase polisi di Kedutaan Besar Republik Indonesia.

Sayangnya, di kawasan ini, atase Polri hanya terdapat di KBRI Jeddah, Arab Saudi.

Padahal, menurut Direktur Paramadina Graduate School of Diplomacy, Dr. Phil. Shiskha Prabawaningtyas, saat ini jalur baru penyelundupan narkoba ke Indonesia semakin meningkat dari kawasan tersebut, khususnya dari Iran.

Disampaikannya, di tahun 2020 ini saja misalnya, penyelundupan sabu-sabu dari jaringan iternasional Iran yang diungkap penegak hukum setidaknya melebihi 1,6 ton.

Pernyataan Shiskha ini diamini berbagai pemberitaan media massa mengenai keberhasilan tim khusus Satgasus Merah Putih yang dipimpin Kombes Pol Herry Heryawan dalam pengungkapan penyelundupan sabu jaringan Iran di Sukabumi, Jawa Barat pada awal Juni 2020 lalu.

Lima pelaku diamankan dengan barang bukti 402 kilogram narkotika jenis sabu.

Pengungkapan kasus besar bukan sekali ini dilakukan Satgasus Merah Putih. Sepanjang 2020 setidaknya Satgasus Merah Putih yang kini dikepalai Brigjen Ferdy Sambo berhasil menggagalkan peredaran lebih dari 1,6 ton sabu-sabu.

Selain pengungkapan 402 Kg sabu-sabu di Sukabumi, dua kasus besar yang berhasil terbongkar yakni 288 Kg sabu di Serpong, Tangerang, pada 30 Januari, dan 821 kg sabu di Banten pada 25 Mei.

“Jalur baru (penyelundupan narkoba) semakin meningkat dari Timur Tengah. Penting membuat early warning system dalam fungsi KBRI di negara-negara yang terindikasi (produsen narkoba). Early warning system dengan fungsi interpol dan atase polisi,” kata Shiskha saat menjadi pembicara Webinar Series Geopolitik dan Ancaman Transnasional Narkotika di Tengah Pandemi yang diadakan Universitas Paramadina, Senin (22/6/2020).

“Di Timur Tengah yang baru ada atase polisi di Arab Saudi. Bagaimana dengan Iran?” sambung menurut wanita yang akrab disapa Icha ini.

Halaman
12
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved