Antisipasi Virus Corona di DKI

Perumda Pasar Jaya Diminta Tutup Kios Pedagang yang Menolak Tes Deteksi Covid-19

Pasalnya dalam rapid test dan swab yang digelar Dinas Kesehatan DKI Jakarta sejumlah pedagang menolak ikut diperiksa.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
Dokumentasi Puskesmas Kecamatan Kramat Jati
Pedagang Pasar Kramat Jati saat menjalani tes swab Covid-19 di Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (17/6/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Perumda Pasar Jaya diminta tegas terhadap pedagang pasar yang mereka naungi tapi menolak menjalani rapid test dan swab deteksi Covid-19

Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Tri Yunis Miko Wahyono menyarankan agar pedagang yang ogah diperiksa tak diperkenankan berjualan.

"Salah satu caranya kalau enggak mau diswab ya ditutup. Jadi mengeluarkan peraturan harus diperiksa semua, yang enggak mau ya ditutup kiosnya," kata Tri saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Senin (22/6/2020).

Pasalnya dalam rapid test dan swab yang digelar Dinas Kesehatan DKI Jakarta sejumlah pedagang menolak ikut diperiksa.

Namun Tri menilai adanya penolakan karena sejak awal pandemi pemerintah kurang melakukan sosialisasi bahaya penularan Covid-19.

Usul penutupan kios pedagang yang menolak pemeriksaan juga dimaksudkan langkah terakhir bila sosialisasi tak ampuh.

"Sebenarnya itu kurang penjelasan saja, karena kurang sosialisasi. Sosialisasi ke masyarakat ini masih sangat-sangat kurang. Harus dilakukan sosialisasi, supaya masyarakat benar," ujarnya.

Tri menuturkan sudah menyampaikan saran agar Pemprov DKI Jakarta meningkatkan sosialisasi pencegahan Covid-19 ke warga.

Mengingat jumlah kasus terkonfirmasi di DKI masih terus bertambah seiring upaya meningkatkan pemeriksaan uji spesimen swab.

"Kalau mereka (pedagang) mengerti seharusnya mau diperiksa. Bila perlu dilakukan secara rutin untuk memastikan mereka tidak menulari," tuturnya.

TribunJakarta.com mencatat kasus pedagang Pasar di Jakarta Timur yang menolak pemeriksaan deteksi Covid-19 sudah beberapa kali terjadi.

Pada Rabu (3/6/2020) saat Puskesmas Kecamatan Ciracas menggelar rapid test di Pasar Ciracas, sejumlah pedagang tak hanya ogah ikut.

Banyak dari mereka bahkan kabur dan sengaja menutup lapaknya demi lolos dari rapid test sehingga menyulitkan petugas medis Puskesmas.

Hal serupa terjadi di Pasar Kramat Jati pada Rabu (17/6/2020) saat tes swab yang menyasar 150 pedagang digelar Puskesmas Kecamatan Kramat Jati.

Dari target 150 pedagang yang sudah terjadwal dites karena kiosnya buka berdasarkan sistem ganjil-genap, hanya 77 pedagang yang ikut tes.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved