Breaking News:

Kasus Freddy Budiman, Contoh Lemahnya Sistem Hukum Indonesia Jadi Pasar Potensial Peredaran Narkoba

Indonesia menjadi pangsa pasar narkoba karena lemahnya sistem yang menjadikan terpidana kasus narkotika dapat dihukum berkali-kali.

Tribun Timur/Sanovra JR
Ilustrasi narkoba 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia menjadi pangsa pasar narkoba karena lemahnya sistem yang menjadikan terpidana kasus narkotika dapat dihukum berkali-kali.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Halomoan Siregar mengungkapkan banyak kasus ditemukan yang memperlihatkan terpidana mati sekalipun masih dapat mengendalikan peredaran narkoba.

Salah satu contoh nyata terpidana mati yang dapat mengendalikan jaringan narkobanya melalui jeruji besi adalah Freddy Budiman.

Sebelum dieksekusi mati di Pulau Nusa Kambangan, tahun 2016, Freddy yang ketika itu berstatus terpidana mati pernah mengubah penjara menjadi pabrik narkoba hingga menjalankan bisnis narkoba dari Nusa Kambangan.

“Upaya hukum diajukan hingga berulang-ulang, ada kasus sudah hukuman mati masih bisa mengendalikan. Almarhum Freddy Budiman sudah berkali-kali dihukum dan dapat mengendalikan. Hanya di Indonesia bisa berkali-kali hukuman,” kata Krisno saat menjadi pembicara di Webinar Series bertajuk Dinamika Penindakan dan Kerjasama Internasional dalam Penyalahgunaan Narkoba yang diadakan Universitas Paramadina, Selasa (23/6/2020).

Krisno menjelaskan, alasan lain Indonesia menjadi pasar narkoba, adalah geografi sebagai negara kepulauan dengan banyak pintu masuk serta harga pasar yang lebih tinggi dibandingkan negara lain.

Pengajar Universitas Paramadina yang turut menjadi pembicara di webinar ini, Anton Aliabbas berpendapat penerapan kebijakan lockdown dalam masa pandemi Covid-19 memiliki efek terhadap jalur penyebaran narkoba.

Italia dan negara yang menerapkan lockdown dikatakannya memperlihatkan penurunan jumlah penangkapan narkotika.

Tapi di sisi lain, ada penangkapan dalam jumlah besar seperti di negara Iran dan Indonesia.

Di Indonesia, sepanjang 2020 ini saja misalnya sejumlah penangkapan besar dilakukan oleh Satgasus Merah Putih yang kini dipimpin oleh Brgjen Brigjen Ferdy Sambo dengan total barang bukti disita lebih dari 1,6 ton sabu-sabu.

Halaman
12
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved