Breaking News:

Dishub Depok Minta BPTJ Berikan Perhatian Khusus Bidan dan Perawat Jadi Korban Perampokan di Angkot

Marbudi menuturkan peristiwa ini harusnya menjadi perhatian khusus Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Usy ketika dijumpai wartawan di Mapolsek Cimanggis, Senin (22/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Kasus perampokan bidan dan perawat di Kota Depok, Jawa Barat, masih terus berlanjut.

Kali ini, giliran Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Depok, Marbudi, yang angkat suara terkait peristiwa tersebut.

Diwartakan sebelumnya, korban atas nama Susilawati dan Riasudi menjadi sasaran perampok dalam angkutan kota (Angkot) nomor 41 jurusan Kampung Rambutan - Citeureup.

Dikonfirmasi wartawan, Marbudi menuturkan peristiwa ini harusnya menjadi perhatian khusus Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

“Kejadian yang kemarin di Jalan Raya Bogor, angkutan yang menjadi lokasi perampokannya merupakan lintas kota, ini kewenangan BPTJ,” ujar Marbudi dikonfirmasi wartawan, Rabu (24/6/2020).

Lanjut Marbudi, dari kasus tersebut, kelaikan angkutan umum yang ada saat ini juga menjadi perhatian oleh pihaknya.

Menurutnya, banyak angkutan umum yang kondisinya memprihatinkan dan tidak laik jalan.

“Secara kasat mata, angkutan kota banyak sekali yang tidak laik jalan, apalagi angkutan lintas kota yang menjadi kewenangannya BPTJ,” jelas Budi.

Terakhir, Marbudi berujar pihaknya telah menyurati BPTJ agar melakukan evaluasi angkutan umum, demi kenyamanan dan keamanan penumpang.

“Kami lagi mengajukan supaya angkutan kota ini mesti diperbaiki dan evaluasi,” pungkasnya.

Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved