Breaking News:

Persija Jakarta

Tak Suka Lakukan Jogging, Andritany Ardhiyasa Lebih Pilih Gowes Sepeda

Kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa memilih bersepeda daripada harus melakukan jogging dalam waktu lama.

Penulis: Wahyu Septiana | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Instagram Andritany Ardhiyasa
Kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa ketika menjalankan hobby bersepeda. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa memilih bersepeda daripada harus melakukan jogging dalam waktu lama.

Andritany menjelaskan, jika harus memilih dirinya menginginkan melakukan olahraga bersepeda guna meningkatkan kondisi fisiknya.

Pemain yang akrab disapa Bagol itu mengungkapkan, hal tersebut dipengaruhi karena posisi bermainnya di penjaga gawang.

Posisi penjaga gawang memang tidak mengharuskan berlari disepanjang pertandingan berlangsung.

"Sepedahan, karena pada dasarnya saya pesepakbola yang benci atau tidak suka dengan olahraga jogging. Saya kan kiper, jadi ga suka lari," kata Andritany dalam podcast pribadinya.

Menurut Andritany, ketika melaksanakan kegiatan bersepeda selalu menemukan gairah dan sensari yang luar biasa.

Berbeda jika dibandingkan dengan jogging, kegiatan bersepeda mampu memacu adrenalin karena melewati rute dan pemandangan yang menarik untuk dilihat.

Terlebih ketika bersepeda, penjaga gawang yang identik dengan nomor punggung 26 itu menyukai Mountain Bike atau suka tantangan.

"Sepedahan dipilih karena ada sensasi yang lain. Kalau jogging kan gitu-gitu doang. Sebenarnya saya itu suka MTB (Mountain Bike), adrenalin selalu terpacu kalau naik sepeda," ucapnya.

Puluhan Tong Sampah Hias Bakal Percantik Sudut-sudut Pulau Panggang

Tasnya Dibongkar Maling Saat Tertidur, Pemilik Warung di Ancol Kehilangan Uang Buat Modal Jualan

Lebih lanjut, kiper berusia 28 tahun itu memiliki filosopi dan nasihat bagus ketika menjalankan kegiatan bersepeda.

"Hidup itu seperti orang besepeda, mengapa demikian? Karena sepeda itu harus tetap terayun. Ketika tidak digowes, keseimbangan hilang dan kita akan terjatuh," tutup kiper jebolan Diklat Ragunan tersebut.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved