Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Wakil Wali Kota Bekasi Imbau Warga Tetap Pakai Masker

Di masa PSBB proposional atau masa transisi adaptasi new normal ini, masyarakat harus tetap waspada dengan mematuhi protokoler kesehatan

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat dijumpai di Kantor Pemkot Bekasi, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kamis, (25/6/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengimbau masyarakat tetap wajib menggunakan masker dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Hal ini menyusul sudah mulai berkurangnya pengawasan protokoler kesehatan, dengan ditutupnya 14 titik check point pemantauan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Ditambah, informasi terbaru yang dia dapat dari World Health Organization (WHO) bahwa, virus corona (Covid-19) bisa berkembang di udara.

"Paling utama harus diingat adalah penggunaan masker, terakhir dirilis WHO, ternyata dia (Covid-19) bisa berkembang di udara 6 sampai 8 jam," kata Tri saat dijumpai di kantornya, Kamis, (25/6/2020).

Di masa PSBB proposional atau masa transisi adaptasi new normal ini, masyarakat harus tetap waspada dengan mematuhi protokoler kesehatan.

"Itu rilis terakhir oleh WHO. Saya kira tetap dimohon kewaspadaan dari warga masyarakat," ungkap Tri.

Saat ini kata Tri, pihaknya memang menggeser fokus pemantauan penerapan protokoler kesehatan ke lingkungan RW.

Dia berharap, gerakan RW siaga yang sudah dilakukan sejak pertama kali kemunculan Covid-19 di Kota Bekasi tetap dijalankan.

"Sekarang yang dibutuhkan itu kita membangun RW siaga bahwa optimalisasi sosalisasi itu dilakukan oleh perkuatan disamping oleh RT RW kemudian dari kelurahan," jelasnya.

Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Disulap Jadi Lahan Pertanian

KPU Belum Tetapkan Cara Mencoblos Bagi Pasien Covid-19 pada Pilkada Tangsel 2020

Wakil Wali Kota Bekasi: Penanganan Masalah Limbah Kali Bekasi Harus Menyeluruh

Disamping itu, sejak penerapan PSBB proposional yang berlaku, Jumat, (5/6/2020) hingga Kamis, (2/6/2020) mendatang, pengawasan protokoler kesehatan digencarkan di pusat-pusat aktivitas ekonomi.

Untuk diketahui, sejak diberlakukannya PSBB proposional di Kota Bekasi, secara bertahap Pemerintah Kota mulai membolehkan aktivitas usaha beroperasi.

Misalnya, pusat-pusat perbelajaan atau mal, toko-toko di pinggir jalan dan beberapa sektor usaha lain diizinkan beroperasi dengan tetap menerapkan protokoler kesehatan.

"Di pusat kegiatan ekonomi yang sudah mulai dibuka, jadi pengaturan terkait dengan protokoler kesehatan di kafe-kafe, warung, tempat makan, itu yang terus kita sosialisasikan," tegas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved